BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarmasin diharapkan memiliki program yang terintegrasi dalam melaksanakan upaya normalisasi sungai yang saat ini dilakukan.
“Pengerukan sungai dan pembersihan drainase ini merupakan langkah awal atau jangka pendek. Nantinya perlu upaya lain berkelanjutan dan terintegrasi agar hasilnya lebih maksimal,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, Noor Latifah, S.E., M.I.Kom, saat melakukan pemantauan lapangan terhadap proses pengerukan sungai di kawasan Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur, Jumat siang.
Menurutnya, pengerukan sungai dan pembersihan saluran drainase yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dinilai sangat krusial, mengingat beberapa wilayah di Kota Banjarmasin baru-baru ini terdampak banjir.
Langkah tersebut katanya, merupakan upaya mitigasi darurat atau jangka pendek. Yang perlu dilakukan kedepan lanjutnya, Pemko setempat bisa melakukan pembenahan infrastruktur, master plan drainase yang terintegrasi dengan sungai.
Kemudian, menindak tegas bangunan di atas sungai, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan dan edukasi membuang sampah pada tempatnya.
Pihaknya berharap, Pemko Banjarmasin tidak hanya fokus pada solusi instan untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap berulang di wilayah tersebut.
“Untuk langkah jangka panjang mengatasi banjir, Pemko harus melakukan pembenahan infrastruktur, master plan drainase harus jelas dan terintegrasi dengan sungai, menindak tegas bangunan di atas sungai, selain itu pemilahan dan edukasi buang sampah kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain upaya pencegahan, Noor Latifah juga mengharapkan Pemkot Banjarmasin segera menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan kaum difabel.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





