Turun ke Sungai Gampa, Yamin janjikan Normalisasi Sungai

Teks foto : Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, bergerak cepat menyambangi warga Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, bergerak cepat menyambangi warga Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, yang hampir sepekan terdampak banjir, Jumat (9/1/2026).

Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian pemerintah kota terhadap warga di wilayah yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Bacaan Lainnya

 

Didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rival beserta anggota dewan sesuai daerah pemilihan, serta jajaran pemerintah kota, Wali Kota turun langsung meninjau permukiman warga yang masih terendam air.

 

Yamin mengakui Sungai Gampa merupakan salah satu kawasan yang tergolong terpencil di Kota Banjarmasin. Karena itu, ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kondisi dan kebutuhan warga terdampak bencana.

 

“Mungkin Sungai Gampa ini termasuk wilayah yang terpencil. Kami datang untuk melihat langsung kondisi warga, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan dan perhatian pemerintah,” ujar Yamin.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin turut menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, salah satunya bantuan dari Bank Kalsel. Meski nilainya terbatas, bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

 

“Memang tidak seberapa, tapi semoga bisa membantu dan meringankan warga Sungai Gampa,” katanya.

 

Dari hasil peninjauan lapangan, Yamin menyebut Sungai Gampa memiliki keterkaitan dengan sejumlah aliran sungai lain di sekitarnya. Namun, ditemukan beberapa titik yang mengalami penyempitan alur bahkan diduga telah terjadi pendangkalan.

 

“Nanti akan kita petakan. Ada beberapa aliran sungai yang menyempit dan kemungkinan juga mengalami pendangkalan. Ke depan, ini bisa menjadi prioritas untuk dibuka kembali,” jelasnya.

 

Pemko Banjarmasin, lanjut Yamin, akan menggandeng camat setempat untuk mensosialisasikan rencana normalisasi Sungai Gampa yang terhubung dengan sungai-sungai lain. Upaya yang direncanakan meliputi pembersihan, pelebaran, hingga pengerukan sungai, dengan melibatkan dukungan masyarakat dan pemilik lahan di bantaran sungai.

 

“Kita akan sosialisasikan agar sungai-sungai yang saling terhubung ini bisa dibersihkan, dibuka, diperluas, atau dikeruk kembali. Tentu perlu dukungan pemilik lahan di sekitar bantaran,” tegasnya.

 

Yamin juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan daerah terkait pemanfaatan bantaran sungai. Ia menekankan agar masyarakat tidak menutup atau mempersempit aliran sungai, karena berdampak langsung pada risiko banjir.

 

Terkait banjir rob, Yamin mengakui persoalan tersebut merupakan bencana tahunan di kawasan Sungai Gampa. Ia pun secara terbuka menyampaikan bahwa perhatian pemerintah selama ini masih belum maksimal.

 

“Banjir rob ini memang terjadi setiap tahun. Kami akui perhatian pemerintah masih kurang, tapi ke depan akan kita perbaiki,” tegasnya.

 

Ia berharap, melalui program pelebaran dan pendalaman sungai, genangan air berkepanjangan tidak lagi terjadi, termasuk yang berdampak pada fasilitas umum dan lingkungan sekolah.

 

Dalam kesempatan itu, Yamin juga menekankan pentingnya dukungan DPRD Kota Banjarmasin, khususnya dalam penganggaran program normalisasi sungai. Menurutnya, upaya pembukaan dan pengerukan sungai membutuhkan biaya besar sehingga harus dikerjakan secara kolaboratif.

 

“Kami berharap dukungan DPRD, karena ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Penanganan banjir harus menjadi kerja bersama pemerintah kota, provinsi, kabupaten sekitar, hingga pemerintah pusat,” ujarnya.

 

Sebagai contoh, Yamin menyinggung kondisi Sungai Martapura yang hingga kini belum dikeruk secara optimal. Padahal, pendangkalan sungai menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.

 

“Pengerukan sungai itu butuh biaya besar. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat penting, termasuk daerah-daerah yang saling berdampingan,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait