Warga Syamsudin Noor Keluhkan Keberadaan Drainase yang Tidak Memadai

Teks Foto: Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Muhammad Rizal Siregar.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, Kalselpos.com – Keberadaan fasilitas drainase dan infrastruktur jalan umum yang belum diaspal menjadi keluhan warga Komplek Sumber Cahaya Indah, Jalan Kasturi II, RT 38 RW 06 Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

 

Bacaan Lainnya

Aspirasi itu didapati saat reses anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Muhammad Rizal Siregar, Sabtu (6/12/2025) sore, bersama warga.

 

“Warga kami mengeluhkan keberadaan drainase yang kurang memadai. Bahkan, ada beberapa pemukiman warga yang tidak ada drainasenya dan jalan yang belum diaspal” ucap Ketua RT, Elok.

 

Dikatakannya, persoalan drainase yang kurang memadai itu kerap menjadi permasalahan warga sekitar, yakni Banjir. Tak jarang, genangan air hujan sering mampet akibat drainase yang tak cukup ruang tampung.

 

“Kami harap segera di realisasikan untuk dibangunkan sistem drainase supaya aliran air lancar, agar tidak terjadi banjir lokal di pemukiman warga,” ungkapnya.

 

Lanjut, Elok mengatakan, warga juga meminta agar dibangunkan fasilitas pengembangan bank sampah dalam rangka menuntaskan persoalan sampah di wilayah tersebut.

 

“Penyediaan dan pengelolaan bank sampah ini, sebagai salah satu upaya warga juga untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

 

Merespon hal itu, Rizal Siregar menegaskan bahwa akan mengawal seluruh masukan masyarakat agar bisa menjadi prioritas, pembangunan drainase dan beberapa jalan yang belum diaspal.

 

“Aspirasi warga akan kita kawal. Paling tidak persoalan drainase dan infrastruktur jalan warga yang belum diaspal ini menjadi hal utama kita akan perjuangkan agar segerea terealisasi,” tegas Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru.

 

Terkait fasilitas bangunan Bank Sampah juga menjadi perhatian politikus Demokrat itu.

 

Rizal Siregar pun turut mengapresiasi warga di kawasan tersebut yang terlihat guyub (rukun) terutama saat bergotong royong menjaga kebersihan. Hal tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru terkait penanganan sampah.

 

“Hal ini juga akan kita perhatikan, kita akan sampaikan ke Pemko Banjarbaru, melalui DLH. Agar terciptanya budaya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga,” pungkasnya.

 

Reses ditutup dengan doa bersama. Warga berharap kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat benar-benar membawa solusi nyata bagi perbaikan lingkungan mereka.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait