BANJARMASIN,kalselpos.com –Kinerja Perumda Pasar Baiman dipertanyakan Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin HM Faisal Hariyadi. Sebab memasuki triwulan kedua tahun 2025 ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Baiman baru mendapatkan Rp1,8 miliar.
“Angka itu jauh dari harapan. Sedikitnya perusahaan itu bisa menyumbang dua kali lipat lebih besar, ketimbang waktu pasar masih diurus Disperdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian),” ujar Faisal Hariyadi.
Dikatakannya, ketika diurus Disperdagin capaian pendapatan dalam setahun bisa memperoleh Rp8 miliar. Logikanya, untuk semester pertama minimal Rp4 miliar.
“Sekarang cuma Rp1,8 miliar. Ada apa ini?,” sesalnya, usai rapat Badan Anggaran (Banggar), Jumat (4/7/2025) sore.
Pihak dewan katanya, tak ingin buru-buru menghakimi perusahaan yang masih muda itu. Namun, kinerja yang dianggap stagnan perlu dipertanyakan kapasitas direksinya.
“Sejak berdiri Januari lalu, direksi berjanji akan menyampaikan business plan. Nyatanya, sampai hari ini belum ada diterima,” sebutnya.
Ia pun meminta jajaran direksi Perumda Pasar Baiman dihadirkan pada rapat selanjutnya, Sabtu (5/7/2025). Pihaknya ingin meminta penjelasan dari direksi mengapa pendapatannya minim.
“Kalau ada kendala, mari kita carikan solusinya bersama pemko. Jangan dibiarkan.”
Dewan tegasnya, memberikan perlakuan sama terhadap semua perusahaan daerah, termasuk PALD maupun PAM Bandarmasih. “Selama target tidak tercapai, ya dievaluasi,” kata Faisal.
Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Pasar Baiman, Edy Wibowo membenarkan capaian direksi masih jauh dari memuaskan.
“Baru Rp1,8 miliar memang belum maksimal. Tapi harus diingat, perpindahan manajemen, sistem retribusi, dan pembenahan lainnya butuh waktu,” jelasnya.
Ia memastikan, Dewas akan melakukan evaluasi performa direksi. Pihaknya mendorong agar kinerjanya meningkat.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





