Gubernur Kalsel Terima Sertifikat Penetapan Geopark Meratus sebagai UGGp

Teks foto: Joshias Kapitarau, pedagang di Pulau Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025). (ant)(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin secara langsung menerima sertifikat penetapan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) di Markas Besar UNESCO, Paris, Senin (2/6/2025).

Penyerahan sertifikat bertandatangan Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, turut disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kalsel.

Bacaan Lainnya

Gubernur Kalsel didampingi oleh Ketua Harian Geopark Meratus, Hanifah Dwi Nirwana, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri LHK Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah.

Acara tersebut merupakan penegasan atas ditetapkannya Geopark Meratus dan Geopark Kebumen sebagai bagian dari 16 geopark baru dunia yang diakui pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221, yang digelar pada April 2025 lalu.

Dengan penetapan ini, Indonesia kini memiliki 12 situs geopark berstatus UGGp, yakni: Geopark Batur, Belitong, Ciletuh, Gunung Sewu, Ijen, Maros Pangkep, Merangin Jambi, Raja Ampat, Rinjani Lombok, Kaldera Toba, Kebumen, dan Meratus.

“Hari ini kami berada di Paris, menerima sertifikat Geopark Meratus. Dari 16 negara yang menerima pengakuan, Indonesia diwakili dua geopark, yakni Kebumen dan Meratus. Ini adalah awal dari pekerjaan besar yang harus kita lanjutkan bersama,” kata Gubernur H. Muhidin usai menerima sertifikat.

Gubernur menegaskan bahwa pengakuan ini bukan akhir, melainkan awal bagi Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) untuk terus berbenah dan memenuhi berbagai persyaratan dari UNESCO.

Dalam pertemuan dengan Dubes Mohamad Oemar, Gubernur menyampaikan pentingnya promosi kawasan Geopark Meratus ke dunia internasional, bahkan membuka peluang menjadi tuan rumah pertemuan geopark dunia di masa mendatang.

“Kami berdiskusi dengan Duta Besar. Kata beliau, kita harus memperkenalkan Geopark Meratus ke dunia. Harus menjadi tuan rumah di masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanifah Dwi Nirwana juga melakukan presentasi mengenai kekayaan alam dan budaya Geopark Meratus. Ia memaparkan berbagai destinasi unggulan seperti Rumah Adat Bumbungan Tinggi, Pasar Terapung, hingga pesona Pegunungan Meratus yang membentang megah di Kalsel.

Tak ketinggalan, makanan dan produk lokal seperti Kopi Aranio, kayu manis, dan jajanan khas Banua turut dipamerkan kepada delegasi internasional yang hadir.

Dengan keberhasilan ini, Kalsel resmi mencatatkan namanya di peta dunia sebagai salah satu kawasan warisan bumi yang diakui secara internasional. Geopark Meratus tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga aset nasional yang menjembatani pelestarian alam dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Diketahui sebelumnya bahwa penetapan status Geopark Meratus ini berbarengan dengan status Geopark Kebumen di Jawa Tengah hasil sidang Dewan Eksekutif UNESCO secara resmi menetapkan dua geopark tersebut sebagai UNESCO Global Geoparks (UGGp) pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Perancis, 2-17 April 2025.

Diketahui perjalanan panjang Geopark Meratus hingga diakui UNESCO tak lepas dari upaya semua pihak dan Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) telah menyusun dokumen dossier yang berisi filosofi, logo, rute, hingga upaya Pemprov Kalsel dalam melindungi Geopark Meratus.

Dalam catatannya, Geopark Meratus memiliki 54 situs yang terbagi di empat rute, yakni Barat, Utara, Timur, dan Selatan. Rute Barat mempunyai panjang rute sekitar 85 km yang memiliki Pasar Terapung, Lok Baintan, Kabupaten Banjar.

Selain itu, ada Museum Wasaka, Kampung Tradisional Sasiringan, Galeri Terapung Sasirangan, Rumah Adat Tradisional Banjar, Pulau Kembang, Pembuatan Kapal Tradisional Sewangi, Pemandangan Tongkang Batu Bara, serta Konservasi Bekantan Curiak.

Rute ini mempunyai panjang rute sekitar 188,15 kilometer dan memiliki 14 situs. Tema perjalanan pada Rute Utara adalah Mengikuti Suara Angin Menuju Keajaiban Dayak Meratus, yang artinya ikutilah ke mana arah daun bergoyang tertiup angin.

Adapun situs di rute ini yaitu Batu Sekis Sei Kambang, Matang Kaladan Panoramic, Bendungan Riam Kanan, Jejak Longsoran Bukit Tiwingan, Perikanan Danau Riam Kanan, Rumah Panggung Tebing Danau, Pulau Ulin.

Lalu ada Gunung Api Purba Bawah Laut, Pulau Bekantan, Pulau Pinus, Situs Arkeologi Pulau Sirang, Pohon Saksi Bisu Ba’ah, Desa Belangian, Hutan Hujan Tropis Kahung, Makam Keramat Tenggelam, Pemukiman yang Ditenggelamkan, serta Batupasir Pembawa Intan.

Sedangkan Rute Selatan mempunyai panjang rute sekitar 67,44 km dan 14 situs. Tema perjalanan pada rute ini adalah Sebuah Kilau Perjalanan Dari Hutan Hujan Tropis Menuju Intan, yang artinya Hutan tropis memberi nyawa pada Meratus.

Situs pada rute ini adalah Taman Hutan Hujan Tropika, Pembuatan Tradisional Purun, Kampung Jamu dan Obat Tradisional, Museum Lambung Mangkurat, Pusat Informasi Geopark, Taman Konservasi Anggrek, 16 Habituasi Satwa Endemik.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait