Banjarmasin, kalselpos.com– Anggota Komisi I DPRD Kalsel, H Rahimullah SE berharap, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun pihak perbankan lainnya, agar bisa melakukan sosialisasi secara gencar, guna memberikan edukasi perihal maraknya peredaran uang palsu (upal).
Karena mungkin saja masyarakat minim pengetahuan, minimal ciri-ciri mudah membandingkan antara uang asli dan palsu tersebut, apalagi mereka pelaku usaha baik pedagang kecil, UMKM, warung – warung makan dan lain-lain
“Ya kami rasa ini penting, meski sebenarnya terlihat sepele, namun bisa tanyakan ke masyarakat. Mungkin banyak yang tidak mengetahui perbedaan secara spesifik, ” katanya, Sabtu (20/12).
Sepanjang tahun 2024 ini saja, sudah beberapa kali pihak kepolisian membongkar jaringan pelaku uang palsu di Banua. “Kalo di masyarakat kita dengan segala keterbatasan alat tidak bisa membedakan uang asli dan palsu, kecuali mereka memiliki alat sinar UV. Selebihnya dengan mengandalkan mata, tangan dan pengetahuan dasar maka hal itu diperlukan kolaborasi semua pihak,” ucapnya.
“Ya bisa saja membentangkan layar besar atau bisa menyasar pasar pasar rakyat menggunakan pengeras suara disertai visual, ” harapnya.
Dia menegaskan, pola atau cara mengedukasi itu bisa dilakukan berbagai cara, termasuk memaksimalkan fungsi media sosial dan itu harus gencar serta terstruktur apalagi mendekati pergantian tahun dimana transaksi keuangan berpotensi meningkat.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





