Banjarmasin, kalselpos.com– Masa tenang dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan fase kritis yang menuntut pengawalan ketat demi menjamin terciptanya demokrasi yang berkeadaban. Pada fase ini, integritas dan netralitas penyelenggara pemilu menjadi fondasi utama dalam menjaga legitimasi proses demokrasi. Oleh karena itu, Forum Demokrasi Milenial (FDM) Kota Banjarmasin menyerukan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh elemen masyarakat, termasuk tim sukses dan relawan pemenangan pasangan calon, untuk bersama-sama menjaga suasana damai dan tertib di masa tenang ini.
Koordinator Daerah Forum Demokrasi Milenial (FDM) Kota Banjarmasin, secara khusus mengingatkan kepada tim sukses atau relawan pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin untuk menunjukkan kedewasaan politik dengan mematuhi aturan selama masa tenang. “Relawan dan tim sukses adalah cerminan dari pasangan calon yang mereka dukung. Oleh karena itu, kami meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan provokatif, kampanye terselubung, atau praktik-praktik yang melanggar aturan. Biarkan masyarakat menentukan pilihannya secara bebas dan tanpa tekanan,” tegas Rahmat Hidayat.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat Kota Banjarmasin diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan kedamaian selama masa tenang ini. “Masyarakat adalah aktor penting dalam demokrasi. Kami mengajak semua Masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan sosial dengan melaporkan setiap indikasi pelanggaran, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial,” tambah Husein Fakhrezi selaku Wakil Koordinator Daerah.
FDM Kota Banjarmasin menilai bahwa masa tenang sering kali menjadi ajang ujian bagi seluruh elemen demokrasi. Potensi kampanye terselubung, penyebaran disinformasi, atau bentuk manipulasi lain sering muncul secara tersembunyi, baik melalui aktivitas langsung maupun di ranah digital.
Masa tenang adalah momen untuk merenungkan visi ideal dari demokrasi, yaitu menghadirkan pemimpin yang dipilih berdasarkan aspirasi rakyat tanpa intervensi atau manipulasi. Dalam konteks ini, integritas penyelenggara, pengawas, dan kedewasaan politik tim sukses maupun relawan menjadi ujian utama dalam mewujudkan demokrasi yang substantif, tambah Rahmat Hidayat.
Mengakhiri himbauannya, Rahmat Hidayat menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada tidak hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga mencerminkan kematangan demokrasi suatu daerah. “Integritas dan netralitas bukan sekadar prinsip normatif, tetapi juga elemen esensial yang menentukan legitimasi proses demokrasi. Kami percaya bahwa dengan komitmen semua pihak—dari Bawaslu, KPU, Forkopimda, hingga masyarakat dan tim sukses—Pilkada Banjarmasin 2024 akan menjadi teladan bagi proses demokrasi di tingkat nasional,” pungkasnya.
Melalui seruan ini, FDM Kota Banjarmasin mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga martabat demokrasi. Dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, independensi, dan kedewasaan politik, Pilkada dapat menjadi instrumen perubahan yang mencerminkan kehendak rakyat dan membawa kemajuan bagi Kota Banjarmasin.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





