BANJARMASIN, kalselpos.com– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin telah mengeluarkan rekomendasi terkait SDN Mawar 7 yang dinyatakan tidak layak untuk digunakan.
Kerusakan pada SD yang berakreditasi A tersebut dinilai mencapai 68,80 persen. Sehingga, Dinas PUPR Banjarmasin pun mengeluarkan rekomendasi untuk pengosongan bangunan sekolah.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Banjarmasin, Ibnul Qayyim mengaku telah menerima surat rekomendasi tersebut dari pihak PUPR.
“Kerusakannya sudah 68 persen itu rusak berat, jadi ada rencana memindah sementara siswa dan siswinya ke beberapa sekolah,” ujar Qayyim, Selasa (3/9/2024) kemarin.
Perpindahan sementara itu, perencanaan dilakukan ke SDN Mawar 2, SDN Mawar 4, SDN Mawar 6, SDN Mawar 8 dan SDN Teluk Dalam 10.
“Tapi kita masih mengidentifikasi kekurangannya apa, agar kita masuk sudah siap (belajar mengajar),” katanya.
Perpindahan sementara itu, diungkapkan Qayyim akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan para guru yang berada di sekolah tersebut.
Mengingat, bangunan SDN Mawar 7 mendapatkan nilai kerusakan 68,80 persen maka berarti mengalami kerusakan berat.
“Perhitungan PUPR ke pondasi, itu yang berbahaya. Jadi harus bangun baru,” ungkapnya.
Adapun anggaran untuk perbaikan sekolah, rencananya akan dianggarkan pada tahun 2025 dengan perkiraan anggaran Rp3 miliar.
“Kita siapkan perencanaan, estimasi sekitar Rp3 miliar di (anggaran) murni 2025,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Mawar 7, Latif Gabaruddin beranggapan dengan dipindahnya aktivitas sekolah tersebut membuat proses belajar mengajar tidak maksimal.
“Kalau untuk dipindahkan ke sekolah lain, menurut saya itu memberatkan. Karena pembelajaran siswa tidak maksimal,” tegasnya.
Dirinya menilai pembelajaran masih tetap bisa dilakukan di lingkungan SDN Mawar 7 Banjarmasin.
Opsinya yakni dengan tenda darurat ataupun dengan sistem pergantian shift, menggunakan ruangan yang masih bisa dipakai.
“Istilahnya tetap bertahan di SDN Mawar 7,” ujarnya.
Disisi lain, jika nantinya ada pemindahan ujar Latif, maka jarak yang ditempuh para siswa akan semakin jauh.
“Karena rata-rata siswa beralamat dekat dengan sekolah. Nanti malah menjadi polemik juga dengan orang tua siswa,” bebernya.
Lantas, pihaknya pun kata dia perlu mempertimbangkan dengan membicarakan ini bersama komite sekolah dan orang tua siswa.
Namun dirinya akan tetap berkoordinasi dengan pihak Disdik Banjarmasin, terkait bagaimana kelanjutan rencana pemindahan itu nantinya.
“Tapi tetap insyaallah akan bertahan disini, sambil memelihara dan menjaga ketertiban. Bagaimana penggunaan ruangannya agar lebih aman lah bahasanya,”tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





