Kandangan, kalselpos.com– PT Antang Gunung Meratus (AGM) telah mengelar pelatihan sekolah lapang pertanian ramah lingkungan empat kali pertemuan setiap bulan dari Juni hingga Agustus 2024 bersama kelompok tani, di Desa Ida Manggala, Kecamatan, Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
“Pelatihan sekolah lapang digelat bentuk tanggung jawab dan komitmen sosial, terhadap masyarakat di sekitar operasional perusahaan yang berkelanjutan,” ujar CSR Section Head, PT AGM, Widharto Ali, Senin (2/9/2024).
Menurutnya, pelatihan sekolah lapang bertujuan mengentaskan kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi yang baik, dan meningkatkan pertanian yang berkelanjutan.
Dijelaskannya, pelatihan sekolah lapang pertanian ramah lingkungan yang dilakukan melalui dari praktek pembuatan pupuk organik agensi hayati, pengembangan trichoderma, pembuatan indukan F-0 hingga F-2, pupuk organik cair, pestisida nabati, hingga pembuatan nutrisi dan perangsang buah padi yang bersumber dari bahan-bahan alami disekitar masyarakat.
Ia mengatakan, dalam pelatihan sekolah lapang ramah lingkungan pihanya menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten HSS sebagai narasumber untuk verifikator produk pupuk organik yang sudah dibuat oleh kelompok petani.
“Alhamdulillah, dalam pelaksaan dapat meningkatakan kepercayaan diri para perani yang belajar dan menerapkan pupuk organik pada lahan persawahan dan holtikultura,” ujarnya.
Dikatakannya, pihak perusahaan akan terus bomitmen dan kolaborasi lintas sektoral antara instansi pemerintah daerah dan masyarakat tetap menjadi prioritas PT AGM dalam menjalankan program CSR untuk masyarakat.
Ia menambahkan, program pelatiahan sekolah lapang pertanian ramah lingkungan, juga menerapkan field trip kepada peserta untuk belajar dengan pertanian organik, bagi Kelompok Tani Budi Bakti, di Desa Gambah Dalam, Kecamatan Kandangan.
Peserta mempelajari bagaimana proses pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan dan pupuk biosaka dari daun-daun hijau, yang berguna untuk pemupukan padi dan tahapan pertanian organik,” ujarnya.
Kegiatan sekolah lapang pertanian ramah lingkungan ditutup dengan verifikasi lapangan yang dilakukan bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten HSS, untuk menilai hasil produksi pupuk organik yang telah dibuat oleh petani.
“Semoga program sekolah lapang pertanian ramah lingkungan bisa menjadi pelopor kepada petani untuk berubah secara perlahan, menjadi pertanian ramah lingkungan untuk menggunakan pupuk organik dan dapat meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten HSS, Syaiful, mengatakan program sekolah lapangan pertanian ramah lingkungan merupan invosi CRS PT AGM bagi para petani untuk memberikan pengetahuan perubahan pupuk kimia menjadi pupuk orgamik.
“Rencannya di Desa Ida Manggala, akan dibuat lahan demo plot (demplot) untuk lahan persawahan sebagai uji coba penggunaan pupuk organik yang telah dipelajari selama pelatihan sekolah lapang yang dilaksanakan oleh PT AGM,” ujarnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





