Amuntai, Kalselpos.com – Dinas Pertanian (Diastan) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) semakin berupaya memberikan pelayanan maksimal ke peternak hewan, melalui tiga inovasi yang telah dijalankan.
Terlebih, maraknya akhir-akhir tadi berbagai kasus penyakit virus pada ternak, khususnya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) / virus cacar. Penyakit yang tergolong baru tersebut terjadi di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan, begitu jaya di Kabupaten HSU.
Virus ini, dikatakan melalui vektor perantara lalat dan nyamuk, sehingga sangat cepat menyebar. Maka dari itu, untuk menjaga plasma nutfah di Kabupaten HSU, yaitu kerbau rawa. Dinas Pertanian HSU bergerak melakukan upaya-upaya pelayanan kesehatan hewan lebih cepat dan optimal di masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSU, Haridi, SP, MP mengatakan, pihaknya terus mendorong para petugas kesehatan hewan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.
“Mengingat cakupan penyebaran ternak yang luas dan dengan jumlah SDM terbatas, kami mensupport para ASN untuk membuat inovasi untuk membantu pelayanan ke peternak lebih cepat dan optimal,” katanya, Sabtu (3/8/2024)
Begitu pula dengan inovasi pelayanan terhadap kesehatan hewan ternak yang bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan hewan ke masyarakat.
Kabid Keswan dan Kesmavet, drh.I Gusti Putu Susila, menyampaikan, tiga inovasi ASN pelayanan publik yang saling terintegrasi telah diluncurkan, pertama inovasi SI PORWAN (Sistem Informasi dan Pelaporan Kesehatan Hewan). Ini merupakan sistem Pelaporan dan konsultasi peternak melalui nomor hotline Whatsapp 0852-1962-0606. Kedua inovasi SI PEKING (sistem Posko Kesehatan Hewan Keliling), merupakan sistem pelayanan Kesehatan hewan yang berbasis posko pelayanan yang bergilir di masing-masing desa. Ketiga inovasi BEKANTAN BERKARYA (Bergerak Kuatkan Kesehatan Hewan melalui Vaksinator Swadaya), inovasi ini merupakan bimbingan teknis berupa pelatihan kepada masyarakat terkait vaksinasi pada ternak.
“Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan inovasi SI PEKING dan BEKANTAN BERKARYA dapat mengakses nomor Hotline SI PORWAN dan melakukan permohonan pelayanan yang dimaksud,” imbuhnya.
Drh. Putu juga menuturkan, dengan mengakses hotline diatas, peternak mendapatkan pelayanan diantaranya, pengobatan ternak, pemeriksaan kesehatan ternak,vaksinasi hewan dan ternak, pengambilan pengujian sampel ternak, pengiriman ternak, desinfeksi dan konsultasi kesehatan ternak.
Melalui inovasi ASN ini diharapkan masyarakat dapat mengakses dan melapor terkait penyakit ternak, sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara cepat dan optimal untuk membantu ternak aman dari penyakit.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





