Como 1907, Klub Italia Milik Pengusaha Indonesia Sukses Promosi ke Serie A Liga Italia

Teks foto: Como 1907 Klub Italia milik pengusaha Indonesia sukses promosi ke Serie A Liga Italia musim 2024-2025. (Istimewa/Net)(kalselpos.com)

kalselpos.com– Como 1907 resmi mendapatkan tiket promosi ke Serie A Liga Italia musim 2024-2025 mendampingi Parma setelah sukses menahan imbang Cosenza Calcio 1-1 dalam laga pekan ke-38 Serie B di Stadio Guiseppe Sinigaglia, Sabtu (11/5) dini hari WIB.

Capaian itu menuntaskan dahaga fans untuk kembali melihat tim kesayangannya berlaga di kasta tertinggi Liga Italia sejak 2003.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari berbagai sumber klub Italia itu ternyata dimiliki pengusaha asal Indonesia, yakni Michael Hartono dan Robert Budi Hartono, pemilik perusahaan rokok dari Grup Djarum.

Dipromosikannya Como 1907 ke kasta tertinggi Liga Italia diharapkan menjadi pembuka jalan bagi para pemain Timnas Indonesia untuk merasakan kompetisi level top Eropa tersebut.

Hal tersebut juga dikonfirmasi Erick Thohir yang menyebut PSSI bakal bersinergi dengan sejumlah pengusaha Indonesia yang memiliki klub di luar negeri.

“Apalagi sekarang banyak pengusaha Indonesia memiliki klub di luar negeri. Jadi, apa yang dilakukan Erick Thohir beberapa belas tahun yang lalu, Alhamdulillah (sekarang) makin banyak, makin bagus. Grup keluarga Hartono memiliki Como 1907 (yang sudah promosi ke Serie A),” kata Erick Thohir.

“Siapa tahu ini bisa menjadi channeling bagi para pemain kita untuk mulai berkarir, tapi sebagai pemain inti, bukan cadangan,” sambung Ketua PSSI itu.

Berikut profil Como 1907, yang resmi promosi ke kasta tertinggi Liga Italia, Serie A musim 2024-2025.

Profil Como 1907

Nama Klub: Como 1907
Julukan: I Lariani
Didirikan: 1907
Markas: Stadio Giuseppe Sinigaglia
Pelatih: Osian Roberts (caretaker)

Como 1907 adalah klub sepak bola Italia yang berbasis di Como, Lombardy. Klub tersebut bakal kembali bermain di Serie A pada musim mendatang. Klub ini didirikan pada tahun 1907 dan memiliki warna tim biru khas kerajaan.

Perjalanan Como di sepak bola Italia tidak selalu mulus. Mereka sempat berada di Serie A pada musim 2002–03, namun mengalami tiga degradasi berturut-turut yang berujung pada demosi ke Serie C2 pada akhir musim 2004–05 setelah kalah dalam playoff dengan Novara Calcio.

Kesulitan finansial membuat klub ini dinyatakan bangkrut dan dikeluarkan dari partisipasi sepak bola profesional Italia. Namun, mereka langsung diterima kembali di Serie D, level tertinggi sepakbola non-profesional di Italia, di mana mereka menghabiskan tiga musim sebelum kembali promosi ke Serie C2 pada musim 2007–08.

Setelah bangkrut lagi pada tahun 2016, sebuah perusahaan baru mendirikan kembali klub ini pada tahun 2017 dan diterima di Serie D untuk musim 2017–18. Como pertama kali promosi ke Serie A pada tahun 1949 dan menikmati periode empat tahun yang cukup sukses sebelum terdegradasi. Di tahun-tahun berikutnya, mereka lebih sering bergerak antara Serie B dan Serie C. Namun, pada tahun 1970-an, Como mulai muncul sebagai kandidat promosi ke Serie A, yang akhirnya tercapai pada tahun 1975. Meskipun demikian, mereka hanya bertahan satu musim di Serie A sebelum terdegradasi ke Serie C1 pada tahun 1978. Namun, dengan tim yang direkonstruksi dan pemain-pemain bintang seperti Pietro Vierchowod, mereka berhasil memperoleh promosi berturut-turut dan bertahan dua musim di Serie A (1980–1982).

Como kembali promosi ke kasta tertinggi pada tahun 1984, dengan periode lima tahun di Serie A menjadi periode paling sukses dalam sejarah klub dalam beberapa dekade terakhir.

Meskipun demikian, pada tahun 1989, mereka terdegradasi kembali, memicu penurunan cepat, dengan Como menghabiskan sebagian besar tahun 1990-an di Serie C1 kecuali pada musim 1994–95. Mantan kiper Chelsea dan Tottenham, Carlo Cudicini, bahkan menghabiskan satu tahun dipinjamkan di Como.

Promosi ke Serie B pada tahun 2001 disertai dengan insiden kekerasan yang mengerikan dalam pertandingan melawan Modena, yang mengakibatkan kapten Massimiliano Ferrigno dihukum larangan tiga tahun. Namun demikian, mereka berhasil promosi ke Serie A pada musim 2002–03.

Namun, kembali ke Serie A ternyata merupakan kekecewaan besar karena tim berada di posisi dua terbawah sepanjang musim, ditambah dengan larangan bermain di Stadion Sinigaglia setelah kerusuhan suporter. Degradasi beruntun menyebabkan kesulitan finansial; pada Desember 2004, klub dinyatakan bangkrut. Namun, Como kembali berkompetisi di Serie D pada musim 2005–06 berkat regulasi FIGC.

Diakuisisi Djarum Group

Kendala ekonomi baru muncul pada musim 2016–17, memaksa klub dinyatakan bangkrut dan dilelang. Pada lelang keempat, aset klub dibeli oleh Akosua Puni Essien, istri pemain sepak bola Ghana, Michael Essien, dan wanita pengusaha asing pertama dalam sepak bola Italia melalui perusahaannya, F.C. Como S.r.l.

Namun, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menolak aplikasi F.C. Como sebagai penerus Como di Serie C 2017–18, karena klub tidak memenuhi semua kriteria dalam Pasal 52 N.O.I.F. Sebagai gantinya, pada awal musim, perusahaan lain, Como 1907 S.r.l., diterima di Serie D 2017–18.

Setelah memenangkan Serie D, Como kembali ke sepakbola profesional pada tahun 2019. Sejak 2019, klub ini dimiliki oleh perusahaan Indonesia, Djarum Group, yang dipimpin oleh Michael Hartono dan Robert Budi Hartono dan disponsori oleh anak perusahaan Djarum, Mola, sejak tahun 2021. Pada tahun 2024, mantan pemain Chelsea dan Millwall, Dennis Wise, menjadi penasihat di dewan. Saham minoritas lainnya dimiliki oleh Thierry Henry dan Cesc Fàbregas.

Pada 10 Mei 2024, Como akhirnya memastikan promosi ke Serie A setelah 21 tahun di hari terakhir musim Serie B 2023–24 dengan finis di peringkat kedua.

Daftar Pemain Como 1907

Berikut adalah daftar pemain Como 1907 berdasarkan Nomor Punggung, Posisi, Asal Negara, dan nama Pemain:

Penjaga Gawang (GK):

Adrian Šemper (Kroasia)
Pierre Bolchini (Italia)
Mauro Vigorito (Italia)

Pemain Bertahan (DF):

Edoardo Goldaniga (Italia)
Marco Sala (Italia)
Matteo Solini (Italia)
Marco Curto (Italia, dipinjamkan dari Südtirol)
Cas Odenthal (Belanda)
Nicholas Ioannou (Cyprus)
Tommaso Cassandro (Italia)
Federico Barba (Italia)

Gelandang (MF):

Alessio Iovine (Italia)
Moutir Chajia (Belgia)
Daniele Baselli (Italia)
Alessandro Bellemo (Italia)
Matthias Braunöder (Austria, dipinjamkan dari Austria Vienna)
Oliver Abildgaard (Denmark)
Lucas Da Cunha (Prancis)
Samuel Ballet (Swis)
Ben Lhassine Kone (Pantai Gading, dipinjamkan dari Torino)

Penyerang (FW):

Alessandro Gabrielloni (Italia)
Patrick Cutrone (Italia)
Gabriel Strefezza (Brasil, dipinjamkan dari Lecce)
Nicholas Gioacchini (Amerika Serikat)
Jean-Pierre Nsame (Kamerun)
Simone Verdi (Italia)
Tommaso Fumagalli (Italia)

Demikian profil singkat Como 1907 yang dimiliki Djarum Group dan saat ini telah berhasil promosi ke Serie A Liga Italia musim 2024-2025.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait