Kasus DBD HSU di Awal Tahun 2024 Mencapai 35 Orang

Teks foto: Deteksi dini sarang nyamuk penyebab DBD sekaligus upaya pemberantasan sarang nyamuk. (ist)

Amuntai,kalselpos.com– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terjadi dan menjadi ancaman di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten HSU. Kasus DBD paling tinggi terjadi selama awal tahun, tepatnya Januari 2024 tadi. Lonjakan yang terlihat ini juga terjadi di tahun 2023 kemarin.

Bacaan Lainnya

Hal ini, diperkirakan akibat seiringnya musim penghujan.
Januari 2024 ini, kasus DBD sebanyak 35 kasus dan dilaporkan 1 orang meninggal dunia, sedangkan Januari tahun 2023 sebanyak 37 kasus.

Bulan Februari 2024, hingga pertengahan bulan tadi, terjadi 11 kasus yang muncul, sedangkan di tahun 2023 lalu, selama Februari ada 18 kasus.

Kepala Dinkes HSU, dr Yandi, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Fajeri mengungkapkan, kenaikan kasus DBD terjadi di setiap awal tahun, yang mana potensi kenaikan tersebut, terjadi saat musim penghujan.

“Memang, dari tren tersebut, adanya lonjakan setiap awal tahun, dan terjadi hampir di setiap daerah,” katanya, belum lama tadi, saat dikonfirmasi.

Sebaran wilayah yang terjadi kasus DBD selama tahun 2023 tadi, paling tinggi di wilayah Sungai Malang sebanyak 40 kasus, kemudian Danau Panggang 21 kasus, paling sedikit terjadi di Paminggir hanya 2 kasus.

Upaya pencegahan memang terus dilakukan oleh pemerintah daerah, untuk menghadapi serangan ataupun lonjakan kasus DBD.

Baik melalui edaran Bupati, penanganan langsung, dan keterlibatan oleh masyarakat, seperti survei jentik nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala.

“Pemberantasan tidak hanya dilakukan dengan cara Fogging saja, yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk,” himbaunya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait