Amuntai, kalselpos.com– Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) yang peduli masyarakat, menyerahkan bantuan paket kepada warga korban kebakaran di Desa Murung Karangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (9/2).
Bantuan tersebut berupa paket sembako yang diserahkan ke masing-masing kepala keluarga yang rumahnya hangus terbakar, akibat kejadian kebakaran pada, Senin (29/01) lalu.
Haris Fadillah, selaku Pembina Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis STIA Amuntai mengatakan, bantuan yang diserahkan merupakan hasil donasi yang digalang oleh mahasiswa Administrasi Bisnis bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) STIA Amuntai, selama tiga hari, dengan berjalan mengumpulkan donasi dari masyarakat di HSU, seperti di pasar-pasar.
“Bahkan kami melakukan penggalangan dengan metode payment yang sebelumnya telah kami sosialisasikan,” katanya.
Hasil dari donasi yang telah terkumpul, seratus persen dibelikan sembako untuk diserahkan ke masing-masing keluarga yang terdampak akibat kejadian kebakaran tersebut.
Sebelum penyerahan sembako, para mahasiswa (i) yang berjumlah puluhan ini, ikut turun langsung melakukan pembersihan dari sisa-sisa bangunan dan benda yang terbakar, bersama dengan Kepala Desa dan warga Murung Karangan.
“Sebelumnya, kami memang telah berizin dengan Kades Murung Karangan, untuk berpartisipasi gotong-royong membersihkan sisa-sisa benda yang tidak layak dipakai. Disambut baik oleh Kades dan warga disini,” ucapnya oleh Dosen STIA Amuntai ini.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa memahami pentingnya untuk membantu masyarakat yang mengalami kesusahan akibat musibah yang terjadi, sehingga turut hadir di tengah-tengah masyarakat.
Kades Murung Karangan, Sahrul, mengapresiasi kehadiran dan bantuan yang diberikan oleh mahasiswa tersebut.
“Saya sebagai Kades mewakili warga terdampak, sangat berterima kasih ke mahasiswa yang hadir dan membantu kami disini. Kami meyakini, ini akan meringankan untuk keseharian bagi warga kami yang terkena musibah,” ujarnya.
Selain mengumpulkan dan membongkar bangunan yang rusak saat melakukan pembersihan, hal itu juga untuk menghilangkan trauma dari warga yang rumahnya terbakar. Terlebih dalam waktu dekat, di sekitar lokasi akan dilaksanakan kegiatan keagamaan.
“Saat ini, warga yang menjadi korban, masih belum ada melakukan pembangunan ulang rumahnya, sehingga masih menginap di rumah keluarga dan di tempat tetangga,” tuntasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





