BANJARMASIN, Kalselpos.com – Museum Kayuh Baimbai yang berlokasi di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan, hingga saat ini masih belum di buka untuk umum.
Sejak bulan Maret 2023 yang lalu diresmikan, dimana dijanjikan sebelumnya akan diisi bertahap dan beroperasi di tahun 2023 juga.
Nyatanya hingga tutup tahun anggaran tahun 2023, hal tersebut tak dapat terealisasikan.
Padahal museum yang dibangun dengan anggaran Rp4,2 miliar, mengusung konsep arsitektur rumah Banjar tipe Palimbangan ini digadang akan menjadi sumber informasi sejarah Kota Banjarmasin
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Puryani berdalih, belum bisanya museum ini diisi karena masih ada hal yang harus dilengkapi, terkait struktur pengurus di Museum Kayuh Baimbai itu.
“Kendalanya kalau museum itu kan aturannya, harus ada kepala museumnya, pengurusnya baru itu bisa diregister di pusat,” ujar Puryani, saat di wawancarai berapa hari yang lalu.
Sehingga dirinya merencanakan agar syarat itu bisa dipenuhi, nantinya museum tersebut akan diserahkan pengelolaannya oleh UPT Pariwisata.
“Dan didalamnya nanti mungkin akan dibentuk koordinator,” katanya.
“Setelah itu baru kita bisa daftarkan ke pusat,” sambungnya.
Dilanjutkannya, setelah didaftarkannya pengurus dari museum ini, baru bisa dilakukan pengisian barang nantinya.
“Idealnya begitu. Insyaallah tahun ini operasional museum tersebut bisa dilakukan pada tahun ini,” tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





