BANJARMASIN, kalselpos.com – Film Jendela Seribu Sungai (JSS) tayang pada Juli 2023 lalu, lebih cepat turun layar pada Agustus 2023.
Pembuatan film JSS ini memakan anggaran yang cukup besar senilai Rp6,6 miliar yang digunakan untuk pembuatan dan produksi film tersebut.
Namun tak sesuai ekspektasi lantaran tidak balik modal.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Banjarmasin, Zulfaisal Putera menyampaikan, turun layar pada Agustus 2023 lalu jumlah penonton Film JSS itu hanya 29.705 penonton.
“Sulit kalau berharap balik modal dan menutup biaya produksi, film karya sutradara Garih Nugroho saja anjlok,” ujar Zulfaisal, Minggu (05/11/23).
Tak tinggal diam, guna menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan. Pihaknya berupaya untuk menggaet beberapa pihak lain untuk penayangan film JSS melalui platform media digital.
“Bekerja sama dengan Netflix dan Max Stream untuk penayangan, dan ada Roadshow ke kota-kota yang rencananya dilakukan pada 2024,” katanya.
Jika dilihat dari data Cinepolis, posisi film Jendela Seribu Sungai menduduki nomor 69 pada daftar film bioskop yang rilis di tahun 2023. Tertera pula, keuntungan dari film tersebut sejumlah Rp1,2 miliar.
“Persaingan keras di dunia perfilman membuat harapan balik modal cukup sulit untuk dilakukan,”tandasnya.
Sementara itu, Film yang diadaptasi dari novel karya Miranda Seftiana dan Aveciena Soebli itu tak sesuai ekspetasi yang diharap.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





