Amuntai, kalselpos.com– Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jenjang Sekolah Dasar (SD) tengah berjalan.
ANBK yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tersebut, merupakan pengganti Ujian Nasional Berbasis Komputer, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional, Rabu (25/10).
ANBK dilaksanakan sejak tanggal 23 Oktober sampai 02 November 2023 yang dibagi empat gelombang, dalam satu gelombang dilaksanakan selama dua hari.
Gelombang satu, tanggal 23-24 Oktober, gelombang dua 25-26 Oktober, gelombang tiga 30-31 Oktober, dan gelombang empat 01-02 November 2023.
Koordinator Tim Teknis ANBKdari Disdikbud HSU, Ainul Ikram menjelaskan, di Kabupaten HSU pelaksanaan ANBK diikuti sebanyak 181 satuan pendidikan siswa sampel kelas 5 SD.
“Jumlah siswa sampel ANBK HSU tahun ini sejumlah 1.919 orang. Tahun ini, dibagi menjadi tiga sesi, setiap gelombang,” katanya.
Ia menambahkan, dari jumlah SD di Kabupaten HSU 184, tetapi yang mengikuti hanya 181 SD, sedangkan tiga sekolah tidak mengikuti, lantaran tiga sekolah tersebut tidak memiliki siswa kelas 5.
Sementara, dari 181 SD, sebanyak 179 SD melaksanakan mandiri dan dua SD melaksanakan menumpang. Dua SD tersebut yaitu SDN Paliwara 3 dan SDN Pinangkara, dengan alasan jaringan tidak mendukung.
“Selama 3 hari ini (karena masih berjalan), kendala hanya ada pemadaman listrik sebentar saja, tidak menjadi kendala besar,” terang Ikram, yang juga Staf Bidang SD di Disdikbud HSU ini.
Terpisah saat dihubungi, Kadisdikbud HSU Jumadi meminta, para siswa dapat mengerjakan soal-soal yang diujikan dengan baik, benar, dan dipenuhi segala ketentuannya. Begitu pula ia sampaikan ke para guru. Menurutnya proses ANBK ini difasilitasi dengan kelengkapan yang ada, sehingga proses dapat berjalan lancar sampai dengan waktunya.
Jumadi juga mengapresiasi pemerintah daerah atas pelaksanaan ANBK yang mana, hasil tersebut dapat mengetahui tingkat mutu pendidikan yang diselenggarakan.
“Kepada para kepala sekolah, guru, murid, dan instrumen yang ada di masing-masing sekolah untuk menyelenggarakan ANBK ini dengan sebaik-baiknya,” harapnya.
Jumadi juga berpesan, ke semua stakeholder, turut mendukung jalannya ANBK. Hasil dari ANBK adalah sebagai rapor pendidikan yang dapat menjadi tolak ukur, untuk mengetahui sejauh mana mutu pendidikan yang telah dilaksanakan selama satu tahun proses pendidikan.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





