Sampit,kalselpos.com –
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memerintahkan seluruh jajarannya untuk membantu menekan angka putus sekolah. Semua harus peduli membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.
Seperti saat silaturahmi dengan penerima bantuan rumah tidak layak huni di Kecamatan Baamang, Halikinnor menerima keluhan seorang ibu yang anaknya berhenti sekolah tingkat SMP karena kendala biaya.
Mendengar itu, Halikinnor langsung menelepon Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mencarikan solusinya. Dia memerintahkan agar dibantu supaya anak tersebut segera kembali bersekolah.
“Tolong Dinas Pendidikan segera bantu ini. Jangan sampai anak kita putus sekolah karena masalah biaya. Camat dan lurah juga saya perintahkan bantu menangani masalah ini,” tegas Halikinnor, Jumat (15/9/2023).
Ini bukan pertama kali Halikinnor langsung turun tangan menyelesaikan keluhan warga terkait anak putus sekolah. Dia memang sangat serius dalam menyikapi masalah tersebut.
Beberapa waktu lalu dia menyambangi rumah seorang warga di Kecamatan Baamang yang anaknya putus sekolah. Saat itu Halikinnor membantu dengan memberikan sepeda. Selain itu dia juga langsung menghubungi SMP di kecamatan tersebut agar menerima anak itu melanjutkan pendidikan tanpa dibebani biaya.
Rabu (13/9/2023) lalu Halikinnor juga secara mendadak mengunjungi warga yang dua orang anaknya terancam putus sekolah karena terkendala biaya. Informasi itu didapat Halikinnor pada malam sebelumnya, sehingga siang harinya dia langsung mendatangi warga tersebut.
Ada dua anak merupakan kakak beradik yang bersekolah di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang memerlukan bantuan. Halikinnor pun membantu secara pribadi untuk melunasi keperluan sekolah dua anak tersebut.
Dia juga memotivasi kedua anak tersebut agar tetap bersemangat belajar. Dia berpesan agar keduanya giat belajar karena pendidikan sangat penting dan akan menjadi bekal dalam meraih cita-cita.
“Saya minta kepala desa, lurah maupun camat untuk memonitor hal seperti ini. Kalau ada anak yang terancam putus sekolah, segera koordinasikan agar bisa kita bantu. Pihak sekolah juga diharapkan bisa memberi keringanan agar anak-anak kita tidak sampai putus sekolah,” harap Halikinnor.
Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka putus sekolah. Berbagai program dijalankan untuk membantu masyarakat karena pendidikan sangat penting bagi masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia masyarakat di daerah ini.
Namun diakuinya, pemerintah kabupaten tetap memiliki keterbatasan kemampuan karena tetap harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Untuk itu dia mengajak pihak swasta turut membantu bidang pendidikan, misalnya melalui pembangunan fisik fasilitas pendidikan, membantu guru honorer, memberikan beasiswa dan lainnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





