Pemkab Harapkan Dukungan Kemenhub Kembangkan Bandara H. Asan Sampit

Teks foto: Bupati Kotim Halikinnor berikan sambutan saat ramah tamah dan pisah sambut Kepala KSOP Sampit di aula rumah jabatan bupati, Senin (14/8) malam. (ist)

Sampit, kalselpos.com
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sangat berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait rencana pengembangan Bandara H. Asan Sampit, khususnya dengan memperpanjang landasan pacu.

Bupati Halikinnor bahkan berharap, perpanjangan landasan pacu atau runway tersebut bisa terwujud tahun ini sehingga aktivitas di bandara ini semakin meningkat dan berkembang.

Bacaan Lainnya

“Ini penting agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat di bandara kita. Mudah-mudahan 2024 airbus sudah bisa mendarat sehingga para investor dan masyarakat kita semakin bersemangat dalam perekonomian,” kata Halikinnor, Senin (14/8/2023).

Dijelaskannya, saat ini panjang landasan pacu hanya 2.040 meter dengan lebar 30 meter, padahal idealnya dibutuhkan panjang 2.400 sampai 2.500 meter agar bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Pesawat berbadan lebar belum bisa beroperasi di bandara ini lantaran panjang landasan pacu belum sesuai kebutuhan.

Saat ini maskapai yang beroperasi di Bandara H. Asan Sampit masih menggunakan pesawat jenis Boeing 737 seri 500. Padahal, biaya operasionalnya dikabarkan hampir sama jika mengoperasikan pesawat lebih besar yang mampu memuat lebih banyak penumpang.

Terbatasnya frekuensi penerbangan berdampak pada harga tiket yang lebih mahal dibanding bandara terdekat. Calon penumpang juga sering dihadapkan pada masalah ketika jadwal penerbangan tiba-tiba ditunda atau bahkan dibatalkan, sementara untuk terbang melalui bandara terdekat seperti Palangka Raya atau Pangkalan Bun, membutuhkan waktu tempuh perjalanan darat sekitar empat jam.

Pemerintah dan DPRD Kabupaten Kotim bersama Dishub Provinsi Kalimantan Tengah sudah menyampaikan usulan ini langsung ke Kemenhub. Bahkan pekan lalu tim dari Kemenhub datang ke Sampit menindaklanjuti usulan tersebut.

Halikinnor berharap pemerintah pusat menyetujui dan merealisasikan perpanjangan landasan pacu bandara. Pengembang Bandara H. Asan Sampit sangat dibutuhkan untuk menunjang peningkatan perekonomian di daerah ini.

“Ini menyangkut perekonomian dan investasi di daerah kita. Penumpang kita banyak tapi ada yang lewat Palangka Raya, Pangkalan Bun dan Banjarmasin. Termasuk saya terkadang lewat Palangka Raya karena tidak kebagian tiket di Sampit,” pungkas Halikinnor.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait