Halikinnor Apresiasi GBT Alfa Omega Sampit Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Teks foto: Bupati Halikinnor saat memberikan sambutan pada pembukaan sosialisasi bahaya narkoba di GBT Alfa Omega Sampit, Rabu (28/6/2023). (ist).

Sampit, kalselpos.com

Pengurus Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Alfa Omega Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggelar sosialisasi bahaya narkoba, sebagai bentuk

Bacaan Lainnya

keprihatinan terhadap maraknya peredaran narkoba di daerah ini.

 

Ketua Panitia, Admadi Sastra, mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar para generasi penerus memahami dampak narkoba sehingga ke depannya mereka mampu menghindari narkoba dan bisa hidup lebih positif bagi diri sendiri maupun lingkungan.

 

Disebutkan kegiatan ini diikuti 179 peserta dari masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar. “Awalnya target jumlah peserta sekitar 300 sampai 400 orang, tetapi disesuaikan karena saat ini memasuki masa libur,” ujarnya.

 

Menurut pria yang juga Camat Tualan Hulu, semua pihak harus terlibat membantu. Apalagi, Kotim termasuk zona merah peredaran narkoba sehingga perlu proteksi dini untuk menyelamatkan generasi muda dari narkoba.

 

“Kami siap berkolaborasi untuk program memerangi narkoba. Bahkan gereja dan pendeta di desa-desa juga siap membantu. Yang diperlukan bukan hanya penindakan hukum, tetapi juga harus diikuti penyelesaian supaya ini jangan menjadi bom waktu. Sosialisasi ini salah satu upaya kita menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba,” kata Admadi Sastra, Rabu (28/6/2023).

 

Bupati Kotim, Halikinnor berterima kasih dan mengapresiasi pengurus gereja yang gencar membantu pemerintah dalam mencegah maraknya penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

 

“Kami apresiasi terhadap PGPI yang telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba. Kita ketahui bersama peredaran narkoba di wilayah kita ini sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Halikinnor saat membuka sosialisasi bahaya narkoba yang dilaksanakan di GBT Alfa Omega Sampit.

 

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah ini dinilai sudah sangat memprihatinkan. Peredarannya tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga merambah ke daerah perdesaan, termasuk perkebunan kelapa sawit.

 

Untuk mengurangi dan pencegahannya perlu kebersamaan dan sinergitas semuanya, baik dari kalangan gereja dan masjid dan agama lainnya. Halikinnor mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah narkoba, terutama dari lingkungan rumah sendiri.

 

“Sekarang ini anak kecil sudah ada yang bermain dengan barang haram itu. Mungkin tidak dengan jenis yang mahal, mereka menggunakan lem tapi itu sama saja, karena dampaknya sama. Yaitu membuat rusak saraf otak dan ini yang menghancurkan negara kita. Ini harus kita berantas,” pungkas Halikinnor.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait