Ditlantas Polda Kalteng Soroti Maraknya Angkutan Kayu Log Masuk Kota

Teks foto: Wadirlantas Polda Kalteng AKBP I Gede Putu Dedi. (ist)

Palangka Raya,kalselpos.com– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Tengah menyoroti maraknya aktivitas angkutan kayu log maupun angkutan berat lainnya yang masuk dan melintas di Kota Palangka Raya.

“Permasalahan mengenai angkutan kayu log yang melintas di Kota Palangka Raya harus disikapi secara bijak, dengan melihat secara utuh dari sudut hulu ke hilir,” kata Dirlantas Polda Kalteng AKBP RS Handoyo melalui Wadirlantas AKBP I Gede Putu Dedi dikutip dari Tabengan, Rabu (14/6).

Bacaan Lainnya

Sejumlah formula terus dirapatkan agar angkutan besar yang melintas di Jalan Kota Palangka Raya tidak menganggu aktivitas pengguna jalan lainnya, dengan tetap menjaga pemeliharaan jalan.

Secara logika, investor yang berani mendistribusikan usahanya pastinya telah mengajukan proses perizinan dan memiliki administrasi yang lengkap.
Pengawasan dari pengangkutan hingga ke pendistribusian tentunya dilakukan oleh pihak yang telah mengeluarkan perizinan tersebut. Sedangkan untuk fungsi lalu lintas, hanya bisa masuk dan merujuk ke masalah kelebihan muatan (over dimension/overloading).

Mengenai masuknya angkutan kayu log ke Palangka Raya, Pemko telah mengeluarkan Perwali yang mengatur jam tertentu angkutan besar dapat melintas.

“Bila berbicara mengenai overloading, alat ukur yang tersedia hanya jembatan timbang. Di arah Barito hanya ada di daerah Pasar Panas, Barito Timur. Kemudian kewenangan jembatan timbang adalah pihak Balai Perhubungan,” terangnya.

Dia mengungkapkan, Polda Kalteng telah menawarkan kepada Pemerintah Daerah untuk bisa menerapkan sistem Weight In Motion (WIM) di beberapa titik jalan. WIM merupakan suatu alat yang ditanam di suatu lokasi yang dapat memeriksa kapasitas muatan dan jenis kendaraan yang melintas di atasnya.

Sistem WIM sendiri sudah diterapkan oleh Korlantas Polri di Batang, Jawa Tengah. Melalui sistem WIM, maka kelebihan muatan suatu angkutan dapat terdeteksi hingga tidak tergantung dengan jembatan timbang.

“Tim Korlantas sudah dipertemukan dengan instansi terkait. Mudah-mudahan ada pandangan yang jelas untuk ke depan, sehingga melalui WIM nanti juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” harapnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait