Kabah Putih Berkilau Terlihat dari Angkasa

- Makkah menjadi salah satu kota yang disucikan karena terdapat Kabah yang merupakan kiblat beribadah bagi umat Islam dunia. Kabah dan Mekkah bersinar saat di foto dari luar angkasa. (tangkapan layar youtube/ kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Makkah menjadi salah satu kota yang disucikan karena terdapat Kabah yang merupakan kiblat beribadah bagi umat Islam dunia.

Selain itu, letak bangunan kiblat umat muslim yang terletak di kota Makkah juga merupakan pusat bumi jika dilihat dari atas luar angkasa. Keindahan Kota Makkah bahkan sempat diabadikan oleh badan antariksa NASA.

Bacaan Lainnya

Jadi kisah keistimewaan Kota Mekkah dan Kabah tak pernah habis-habisan dan bikin takjub bukan hanya ummat Islam juga non muslim.

Baru-baru ini seorang astronot dari Arab mengabadikan foto Kabah yang bersinar seperti bintang dari luar angkasa. Foto Kabah dari luar angkasa ini diabadikan seorang astronot dari Uni Emirat Arab (UAE). Namanya Sultan Al Neyadi.

Sang astronot UAE membagikan rekaman indah kota Makkah, Kabah dan Madinah seperti yang dilihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), laporan Arab News, Rabu (19/4/2023).

Al Neyadi berkisah saat itu dirinya tengah memperbesar dan memperkecil rekaman bagian barat Arab Saudi pada malam hari.

Klip pertama menunjukkan kota Madinah, kemudian beralih ke Jeddah sebelum menampilkan Makkah, dengan Kabah bersinar paling terang dari luar angkasa.

Al-Neyadi menyebut pemandangan itu ‘sungguh indah’ seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (20/4/2023).

“Mereka bersinar seperti bintang, dan ini adalah salah satu pemandangan terindah yang pernah saya lihat,” katanya dalam video yang diunggah ke akun Twitternya @Astro_Alneyadi.

Al Neyadi menyebut rekaman video Makkah dan Madinah dari luar angkasa itu sebagai “hadiah untuk anak-anak Salman di malam yang diberkati ini”.

Astronot UEA itu tiba di stasiun yang melayang di jalur orbit 408 km di atas permukaan bumi itu pada 3 Maret 2023.

“Memotret dari luar angkasa adalah salah satu kegiatan favorit saya,” kata Al-Neyadi sambil berbagi gambar yang menakjubkan tentang badai pasir bulan lalu.

Sultan Al Neyadi akan menjadi orang Arab pertama yang menyelesaikan spacewalk ketika keluar dari ISS pada 28 April.

Dia mengikuti jejak astronot Arab lainnya termasuk Emirati Hazzaa al-Mansouri yang menjadi orang Arab pertama di ISS pada tahun 2019, dan Pangeran Arab Saudi Sultan bin Salman yang menjadi orang Arab pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada tahun 1985.

Tak hanya Al Neyad, sebelumnya seorang astronaut Jepang yang sedang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) membagikan foto Kota Suci Mekkah yang ia potret dari luar angkasa. Astronaut bernama Noguchi Soichi itu mengunggah foto Mekkah tersebut lewat akun Twitternya, @Astro_Soichi.

Di antara foto yang diambil Noguchi itu ada pemandangan Kota Suci Mekkah dan Masjidil Haram yang megah.

“Kota Suci Mekkah Arab Saudi,” cuit Noguchi dalam akun Twitternya tersebut.

Dari foto yang ia unggah itu, tampak keindahan Kota Suci Mekkah secara luas. Yang paling menarik, adalah bagian Masjidil Haram yang terlihat putih berkilau di tengahnya.

Dari luar angkasa, foto Masjidil Haram itu memang tampak begitu mencolok daripada daerah sekitarnya. Adapun daerah lain yang juga terlihat jelas karakternya adalah kontur Lembah Mina di sebelah kanannya.

Masjidil Haram dibanjiri cahaya kala senja yang menandakan akhir waktu berpuasa. Tempat ini disesaki jemaah haji dari penjuru Bumi.

Soichi mengunggah foto tersebut pada 29 April 2021 lalu. Namun, hingga kini, foto itu masih ramai menjadi perbincangan warganet.

Banyak warganet berkomentar dengan mengucapkan apreasiasi kepada Soichi. Sebab, dari sekian banyaknya tempat di Bumi yang terlihat dari luar angkasa, Soichi ikut mengabadikan pemandangan Mekkah dan Masjidil Haram.

“Terima kasih. Anda sudah menyentuh hati jutaan umat muslim,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Tak ketinggalan, astronaut pertama Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansouri, juga terlihat ikut merespons dengan meretweet unggahan Noguchi.

“Kota Suci Mekkah,” tulisnya.

Pada 2015, NASA mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pemandangan dari luar angkasa yang diambil oleh astronot bernama Scott Kelly. Foto tersebut diambil di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).

Mengutif berita Oke.Zone, dari foto tersebut tampak Masjidil Haram berwarna putih dan cukup mencolok di antara bangunan lainnya. Foto tersebut diunggah ke media sosial Twitter pada 23 September 2015.

Sementara pemandangan saat malam hari, pernah juga diambil NASA pada 2007 menggunakan lensa 88 mm. Foto itu memperlihatkan lampu-lampu yang bersinar terang menghubungkan Kota Makkah dan Madinah.

Sebagai Pusat Bumi
Dalam sebuah buku yang berjudul Magnet Umroh yang ditulis oleh Mind Muhammad, saat Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan menuju luar angkasa dan memotret bumi dari atas. Ia berkata, planet bumi memunculkan sebuah sinar radiasi.

Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut terkait kemunculan sinar radiasi tersebut, ternyata radiasi tersebut berasal dari kota Mekkah, Arab Saudi atau lebih tepatnya di Kabah. Selain itu Sinar Radiasi tersebut juga tidak memiliki ujung atau tak terbatas.

Beberapa peneliti muslim percaya, sinar radiasi yang dimunculkan oleh kabah tersebut mempunyai karakteristik dan menghubungkan Kabah yang ada di bumi dan juga yang berada di alam akhirat.

Selain itu, letak bangunan kiblat umat muslim yang terletak di kota Makkah juga merupakan pusat bumi jika dilihat dari atas luar angkasa.

Dalam sebuah buku yang berjudul Magnet Umroh yang ditulis oleh Mind Muhammad, saat Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan menuju luar angkasa dan memotret bumi dari atas, ia berkata bahwa planet bumi memunculkan sebuah sinar radiasi.

Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut terkait kemunculan sinar radiasi tersebut, ternyata radiasi tersebut berasal dari kota Mekkah, Arab Saudi atau lebih tepatnya di Kabah. Selain itu Sinar Radiasi tersebut juga tidak memiliki ujung atau tak terbatas.

Beberapa peneliti muslim percaya, sinar radiasi yang dimunculkan oleh kabah tersebut mempunyai karakteristik dan menghubungkan ka’bah yang ada di bumi dan juga yang berada di alam akhirat.

Selain itu, letak bangunan kiblat umat muslim yang terletak di kota Makkah juga merupakan pusat bumi jika dilihat dari atas luar angkasa.

Fakta Kabah yang belum banyak diketahui banyak orang adalah memiliki Gravitasi paling stabil. Tingginya tingkat gravitasi tersebut ternyata memiliki keuntungan sendiri bagi tempat tersebut.

Selain itu, tinggi gravitasi yang berkumpul di tempat tersebut juga dapat membuat orang-orang yang berada disekitarnya menjadi lebih sehat. Hal tersebut dikarenakan sistem imun pada tubuh bertindak sebagai sistem pertahanan diri dari beragam jenis penyakit.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait