Amuntai, kalselpos.com – Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyemprotan Gulma di wilayah Kabupaten HSU.
Hal ini, dilakukan lantaran beberapa lahan rawa-rawa di Kabupaten HSU mulai banyak ditumbuhi rumput liar atau gulma, tak terkecuali di kawasan pertanian dan kawasan perikanan di Desa Murung Asam, Kecamatan Sungai Pandan.
Pasalnya, keberadaan gulma ini dinilai memberikan dampak negatif, terutama bagi lahan pertanian dan perikanan warga.
Kepala Desa Murung Asam, Fajeri mengungkapkan bahwa keberadaan gulma jenis ‘Putri malu raksasa’ ini sangat menghambat aktivitas warganya yang notabene bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan tangkap di lahan rawa lebak.
Kendati dalam tiga tahun terakhir, warganya tidak dapat melakukan tanam padi lantaran pengaruh iklim tidak dapat diprediksi yang mengakibatkan lahan rawa tak kunjung kering. Ia berharap warga dapat beralih memanfaatkan lahan pertanian menjadi lahan tangkapan ikan.
“Harapan kami setelah penyemprotan ini, warga kita minimal bisa mencari ikan, karena susupan gunung (Putri malu raksasa) sudah berkurang, jadi perahu masyarakat kembali bisa melintasi lahan rawa,” bebernya, kemarin.
Fajeri menambahkan melalui dana APBDes pihaknya telah menganggarkan untuk penyemprotan gulma ini sedikitnya 21 hektare lahan yang dapat dimanfaatkan untuk lahan tangkap ikan dan lahan pertanian nantinya.
Deby Yudiyanto, salah satu penyuluh pertanian menuturkan, penyemprotan menggunakan drone ini sangat bagus, efisien serta lebih hemat biaya.
Bahkan, menurutnya penggunaan teknologi drone pertanian kali ini mampu menyelesaikan penyemprotan lahan hingga 25 hektar dalam satu hari. Ia berharap, setelah dilakukan penyemprotan warga dapat memelihara dan menjaga lahan pertaniannya agar tidak kembali di serang tumbuhan gulma.
“Kiranya setelah kepala desa menganggarkan melalui ketahan pangan 20 persen, diharapkan setelah kegiatan ini selesai, para warga yang memiliki lahan, tolong dijaga dan dipelihara, jangan sampai setelah kepala desa menganggarkan ratusan juta, lahannya malah tidak dijaga,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berharap kesadaran untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama perlu ditumbuhkan kembali, mulai dari aparat desa hingga seluruh warga setempat sehingga pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian dan area tangkap ikan dapat terus terjaga.
Kendati sudah beberapa desa menggunakan pemanfaatan penyemprotan drone ini, ia menyebutkan, masih banyak beberapa desa di Kabupaten HSU menunggu giliran penyemprotan serupa, hanya saja menunggu jadwal dan waktu yang tepat untuk melaksanakannya.
Adapun kegiatan kali ini pihak desa setempat bekerja sama dengan Dinas Pertanian HSU serta dibantu langsung oleh anggota Koramil 08/Sungai Pandan Kodim 1001/HSU-Balangan dalam penyemprotan dengan menggunakan teknologi drone dari jasa pihak swasta.
Sementara, Babinsa Sungai Pandan Sertu Joko Sudarmoko mengatakan, penyemprotan menggunakan drone ini sangat bagus dan sangat efisien karena dengan menggunakan drone ini mampu membawa 10 liter air dan cukup untuk lahan seluas 1 hektar dengan waktu cuma beberapa menit, “Pernah dijalan seperti penyemprotan dengan tenaga manual pada tahun 2019 atau dengan alat berat, namun butuh biaya yang besar dan waktu yang lama,” ucapnya.
Kegiatan ini, merupakan bentuk kepedulian TNI kepada warga masyarakat. Selain dapat dimanfaatkan untuk pertanian juga dapat dimanfaatkan untuk perikanan kalau nantinya kegiatan ini berhasil membasmi gulma atau putri malu raksasa.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





