Amuntai, kalselpos.com– Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama dengan Kodim 1001 dan Pemerintah daerah setempat melakukan monitoring ketersediaan bahan sembako di wilayah Kabupaten HSU.
Cipta kondisi jelang Operasi Ketupat 2023 dilakukan ke toko-toko sembako, dengan sasaran makanan kadaluarsa, penimbunan bahan pokok, BBM, termasuk penyakit masyarakat dan petasan.
Cipkon ini diikuti, Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi F yang diwakili Kabag Ops setempat, Kompol Nurhidayat, Senin (10/4) pagi, beserta seluruh personil yang terlibat dalam sprin Cipkon Jelang Ops Ketupat 2023.
“Cipkon jelang Ops Ketupat 2023 di Kabupaten HSU ini, sebagai edukasi mengenai perlindungan konsumen kepada masyarakat terkait penegakan hukum, khususnya di bidang pengawasan barang beredar yang ada di wilayah HSU dalam menjelang lebaran 1444 H Tahun 2023,” terangnya.
Kabag Ops menjelaskan, salah satunya yang diperhatikan adanya, SNI terhadap produk-produk yang sudah diberlakukan wajib dan perlu dilakukan pengawasan terhadap barang yang beredar di pasar tradisional maupun pasar modern.
Kemudian selanjutnya, dilakukan pemeriksaan di beberapa agen sembako, dengan tujuan memperhatikan harga jual, dan ketersediaan serta mengantisipasi adanya penimbunan.
“Dari hasil pelaksanaan Cipkon di empat toko besar, tidak ditemukan produk barang ilegal, maupun pelanggaran fatal, tetapi ada bumbu-bumbu dan makanan yang sudah kadaluarsa. Kami arahkan pemilik toko agar melakukan pengembalian kepada sales, sehingga barang-barang tadi tidak dibeli konsumen.
Tim pengawas barang dari Disperindagkop HSU juga menyarankan dan meminta, kepada pelaku usaha untuk mengatur/ menarik produk barang kadaluarsa.
Sementara, Komandan Kodim 1001 HSU-Balangan Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja, didampingi Pj Bupati HSU dan Ketua DPRD Almien Ashar Safari dan tim pengendalian inflasi daerah yang turut melakukan cek sembako.
“Saat kegiatan tersebut, ada beberapa harga komoditas pangan yang naik, tetapi masih waja. Namun perlu mendapat perhatian dari pemerintah untuk pengendaliannya,” terangnya.
Dandim berharap, jangan sampai ada kemungkinan pedagang yang akan memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan lebih besar dengan menaikan harga penjualan, dan yang paling penting yang dilakukan pemerintah, menjamin agar stok kebutuhan pokok di pasaran tetap tersedia dalam jumlah memadai, agar masyarakat tidak sampai kesulitan mendapatkan berbagai kebutuhan selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





