Seekor Bayi Bekantan lahir di Kawasan Ekowisata Lok Buntar PT AGM

Bayi Bekantan yang baru lahir bersama indukannya yang hidup di Kawasan Ekowisata Bekantan Lokbuntar PT AGM.(ist)

Rantau, kalselpos.com – Seekor Bayi Bekantan lahir di Kawasan Ekowisata Bekantan Lok Buntar Kecamatan Tapin Selatan di kelola PT Antang Gunung Meratus.

”Di Kawasan Ekowisata Bekantan Lok Buntar Kecamatan Tapin Selatan telah lahir sekor bayi Bekantan, ” ungkap Jeni selaku Supervisor Ekowisata Bekatan Lokbuntar PT Antang Gunung Meratus. Rabu (15/3/2023) kemarin.

Bacaan Lainnya

 

Ia mengatakan bahwa kelahiran Bayi Bekantan ini yang pertama dari habitat bekantan lainnya yang hidup dikawasan tersebut.

Dengan kelahiran bayi Bekantan ini, tentunya menambah koleksi habitat bekantan menjadi 29 ekor Bekantan yang hidup di kawasan Ekowisata Bekantan Lok Buntar dikelola PT Antang Gunung Meratus.

”Jadi apa yang kami lakukan ini tentunya menjadi keberhasilan mewujudkan kembali habitat bekantan di kawasan tersebut, paska kebakaran hebat yang terjadi tahun 2015 silam, ” ujarnya.

Dikatakan Jeni bahwa terlepas dari itu, yang menjadi fokus pihaknya adalah menjadikan kawasan Ekowisata Bekantan yang dikelola PT AGM tetap menjadi hijau dan lestari, serta untuk kebutuhan makanan bekantan terpenuhi sehingga habitat bekantan bisa lebih banyak lagi hidup di kawasan rawa gelam.

Kawasan rawa gelam yang mencapai 90 hektar ini, sudah banyak tanaman yang tumbuh dan besar sehingga sudah terlihat rindang dan hijau tidak lagi terlihat gersang. Begitupula berbagai jenis fauna seperti monyet ekor panjang, hirangan (lutung), hingga puluhan jenis burung telah hidup bebas di kawasan tersebut.

 

Ia berharap ke depan Ekowisata Bekantan bisa sebagai wahana edukasi dan penelitian.

”Semoga ke depannya juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, ” imbuh Jeni.
Terpisah Kepala Dinas Kehutanan Provnsi Kalsel Hj Fathimatuzzaha beliau mengatakan bahwa, atas nama pemerintah Prov Kalsel sangat bersyukur dan sangat gembira atas lahirnya satu ekor anak bekantan di kawasan bernilai ekosistem penting atau juga dikenal sebagai kawasan ekosistem esensial yang saat ini dikelola oleh PT. Antang Gunung Meratus (AGM).

 

”Semoga di masa depan akan banyak lagi anak-anak Bekantan yang lahir di KEE ini, sehingga populasinya semakin bertambah dalam menjaga populasinya dari bahaya kepunahan, ” ujarnya.

 

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada PT.AGM Karena selama ini telah mengelola KEE dengan baik dan selalu berupaya dalam inovasi untuk kelestarian Bekantan di Kalimantan Selatan.

”Bekantan adalah satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang dan merupakan maskot Provinsi Kalimantan Selatan serta menjadi bagian dari sebuah ekosistem, oleh sebab itu kita semua harus menjaganya agar tetap lestari, ” pungkasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait