Pembangunan Bendungan Sungai Kusan tunggu rekomendasi Kawasan Hutan

Kabid SDA PUPR Tanah Bumbu, Hairil Bakri. (kristiawan)

Batulicin, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) merencanakan pembangunan Bendungan Sungai Kusan yang pada saat ini masih menunggu proses rekomendasi tim peminjaman kawasan hutan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Rekomendasi tersebut selanjutnya akan dibawa kepada pihak Badan Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Bacaan Lainnya

“Manakala rekomendasi tersebut selesai, selanjutnya pemerintah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan mengajukan ke KLHK untuk memproses izin pinjam pakai kawasan hutan, kemudian diserahkan kepada Kementerian PUPR,” terang Kadis PUPR Tanbu Hernadi Wibisono melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Hairil Bakri di Batulicin, Rabu (14/3).

Dijelaskan terkait dengan dokumen tersebut, merupakan dasar dari tindak lanjut untuk realisasi pembangunan bendungan tersebut, untuk bisa masuk dalam proyek strategis nasional.

Kementerian PUPR tidak bisa mengeluarkan sertifikasi bendungan jika tidak ada dokumen izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan sebab belum memiliki kejelasan status terkait dengan mengenai status lahan yang akan dijadikan tempat pembangunan itu sendiri.

Lebih lanjut lagi papar Kabid SDA PUPR Tanbu, sementara untuk dokumen pendukung lainnya seperti studi kelayakan bendungan sudah ada, dan saat ini Dinas PUPR Tanbu sedang menyusun studi kelayakan jaringan irigasi.

Menurutnya, supaya proyek itu lebih cepat terealisasi, sebelumnya pemerintah daerah juga menganggarkan dana sekitar Rp5 miliar untuk membangun akses jalan dan sudah dikerjakan pada Juli 2022 lalu.

Selain itu dana Rp5 miliar tersebut juga digunakan untuk pembebasan lahan warga di tiga wilayah desa, yaitu Desa Mangkalapi, Temunih dan Desa Batubulan dan sebagian juga digunakan proses pengkajian dan penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh Dinas PU Tanbu

Sementara untuk estimasi luas lahan yang digunakan untuk pembangunan bendungan tersebut mencapai 2017 hektare dan diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp2,7 Triliun

“Dengan adanya realisasi proyek Bendungan Kusan cepat terwujud, maka akan ada banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di Bumi Bersujud, khususnya pendapatan asli daerah yang dihasilkan dari wisata, pertanian, PLTA dan PDAM juga ikut meningkat termasuk sektor sektor pertanian,” tukas Hairil.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait