Batulicin, kalselpos com – Kabupaten Pulau Laut (Kotabaru) merupakan salah satu kota yang menjadi catatan khusus secara terkait dengan angka inflasi nasional.
Oleh sebab itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) selalu melakukan upaya-upaya intensif dalam menstabilkan harga-harga bahan pokok makanan secara kebetulan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) merupakan kabupaten terdekat dari Kotabaru.
Kepala Cabang Pembantu (KPC) Bulog Kotabaru – Tanbu Reza Wahyudi, SE.Ak mengatakan Perum Bulog bersama TPID dan Satgas Pangan monitoring langsung ke pasar-pasar yang ada di daerah tersebut.
“Terkhusus dengan harga beras yang kami awasi seperti halnya di daerah Kotabaru seperti Pasar Kemakmuran dan outlet-outlet binaan kami,” terangnya kepada kalselpos.com, Kamis (15/2/23).
Begitu juga dengan outlet-outlet yang berada di Tanbu seperti di Kecamatan Simpang Empat, Batulicin, Kusan Hilir dan Kecamatan Angsana, “Yang dilakukan oleh perwakilan kami, yakni Gudang Bulog di Tanah Bumbu bersama instansi terkait,” Terangnya.
Ia menjelaskan, untuk perkembangan harga beras dan komoditi lainnya, saat ini beras menjadi salah satu komoditi yang menjadi sorotan publik. Salah satu fokus dalam peninjauan dilakukan beberapa pedagang yang menjadi sampling peninjauan itu sendiri.
“Sejauh ini untuk wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru para pedagang sudah menjual sesuai dengan ketentuan yang ada,” Kata Reza Wahyudi.
Kendati demikian, lanjut Reza, penyebab dari tingginya harga beras pada saat ini dikarenakan proses Supply yang kurang dan memang masih cukup jauh dari durasi masa panen sebelumnya. Terlebih pada masa panen yang akan datang berimbas pada kenaikan BBM pada bulan September 2022 lalu.
KCP Bulog Kotabaru-Tanbu berharap, dengan dilakukannya monitoring rutin seperti saat ini, bisa menghindari praktek penimbunan dan praktik-praktik lainnya.
Tentunya hal itu yang bisa merugikan masyarakat. Monitoring ini juga bisa menekan harga beras, dan tentunya akan berdampak pada pasokan beras untuk menstabilkan pasokan seperti dulu.
“Begitu juga dengan pengguyuran beras yang sudah kami lakukan, baik di Kotabaru ataupun di Tanah Bumbu beberapa puluh ton beras ke lapangan dan dilakukan dengan sistem jaringan/downline. Insya Allah mampu mengendalikan harga komoditi beras disini,” tukasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





