Soal Mafia Beras, KCP Bulog Kotabaru-Tanbu Pastikan Tidak Ada

Ilustrasi - Beras Bulog. (ist/net)

Batulicin, kalselpos.com – Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bulog Kotabaru – Tanah Bumbu (Tanbu), pastikan tidak ada mafia beras dan penyalahgunaan atau kasus pengoplosan beras Bulog dengan beras lainnya, baik yang dikemas ataupun tidak dikemas yang dipasarkan di wilayah Kotabaru dan Tanbu.

 

Bacaan Lainnya

KCP Bulog Kotabaru-Tanbu, Reza Wahyudi, SE.Ak mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap kasus yang sedang berkembang di daerah-daerah lain.

 

“Memang kita Lakukan penyaluran dengan metode mengambang terbatas terhadap kuantumnya,” ujar Reza, Selasa (14/2/23).

 

Dijelaskannya, tujuan dari metode penyaluran tersebut, untuk menghindari hal-hal seperti dilakukan oleh para tengkulak atau perusahaan nakal dengan melakukan pengoplosan beras di pasaran.

 

“Kita juga lakukan pengawasan dengan menyosialisasikan titik koordinat terhadap outlet binaan. Dan, kita juga melakukan sosialisasi harga acuan kepada dinas terkait yang kemudian juga dilanjutkan kepada Satgas pangan oleh tim TPI,” terangnya.

 

Disebutkan, outlet yang aktif dan masih berkomitmen di Kotabaru dan Tanah Bumbu berjumlah 25 outlet.

 

“Di Kotabaru ada 15 outlet aktif dan di Tanah Bumbu sebanyak 10 outlet. Untuk di Tanah Bumbu dari 10 outlet tersebut berada di Kecamatan Simpang Empat, Batulicin, Kusan Hilir dan Kecamatan Angsana,” tukasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

 

Pos terkait