kalselpos.com – Negara Tuvalu merupakan sebuah negara yang berada di Samudera Pasifik dan menjadi salah satu dari negara di benua Oseania.
Dahulu negara ini terkenal sebagai Kepulauan Ellice, yakni sebuah kepulauan yang terletak di antara Hawaii dan Australia.
Negara Tuvalu adalah negara yang memiliki tiga buah pulau karang yakni Nanumanga, Niutao, Niulakita dan enam atol besar antara lain Nui, Nanumea, Funafuti, Nukufetau, Nukulaelae, dan Vaitupu.
Secara astronomis negara ini berada di antara garis lintang 5o – 10o LS dan garis bujur 176o – 180o, sebelah barat Garis Penanggalan Internasional.
Negara ini berdekatan dengan beberapa negara yang masih berada di subkawasan Polinesia. Negara tersebut antara lain:
Sisi utara berdekatan dengan: negara Kiribati
Sisi timur berdekatan dengan: Tokelau
Sisi tenggara berdekatan dengan: Kepulauan Samoa, Kepulauan Willis dan Futuna
Sisi selatan berdekatan dengan: Negara Fiji
Sisi barat daya berdekatan dengan: Kepulauan Santa Curz, negara Vanuatu
Sisi barat berdekatan dengan: Kepulauan Santa Curz
Sisi barat laut berdekatan dengan: Negara Nauru
Negara Tuvalu memiliki luas wilayah sekitar 26 km persegi. Tidak heran jika negara ini berada diurutan keempat sebagai negara terkecil di dunia setelah Vatikan,
negara Monako, dan negara Nauru.
Meskipun memiliki ukuran yang amat kecil, negara Tuvalu memiliki pemandangan alam berupa pantai yang sangat indah. Uniknya lagi, Tuvalu mempunyai sebuah rumah sakit yang berada di tengah-tengah pulau utama serta delapan jalanan saja.
Selain itu negara Tuvalu merupakan sebuah negara vulkanik. Salah satu atol terbesarnya bernama Funafuti memilik banyak pulau kecil di sekitar laguna tengah berjarak 25,1 km dari utara ke selatan, dan 18,4 km dari timur ke barat.
Titik tertinggi Tuvalu berada di Niulakita dengan tinggi mencapai 4,6 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut menjadi ketinggian maksimum terendah kedua di dunia setelah Kepulauan Maladewa.
Iklim di Tuvalu termasuk ke dalam iklim tropis
dengan dua musim di sepanjang tahun. Musim hujan terjadi pada bulan November sampai dengan bulan April, sedangkan musim kemarau terjadi antara Mei hingga Oktober.
Sebagian besar penduduk Tuvalu berasal dari etnis Polinesia, namun terdapat pula etnik minoritas yakni Mikronesia terutama di Nui dengan bahasa Gilbert sebagai bahasa sehari-hari.
Suvei terbaru pada tahun 2020 menyebutkan jika jumlah penduduk Tuvalu mencapai 11.342 jiwa.
Sedangkan bahasa resmi negara ini yakni bahasa Tuvalu dan bahasa Inggris. Bahasa Tuvalu sendiri masih menjadi bagian dari grup bahasa Polinesia dengan kerabat terdekat yakni bahasa Hawaii, Maori, Tahiti, Rapa Nui, Samoa, dan Tonga.
Hampir sebagian besar penduduk Tuvalu beragama Kristen dengan jamaat berasal dari Gereja Kristen Kongregasional Tuvalu. Gereja tersebut adalah bagian dari tradisi Reformasi Kristen yang hanya memberikan hal istimewa dalam melakukan layanan khusus untuk acara-acara nasional besar.
Meskipun begitu, negara Tuvalu memberikan kebebasan dalam beragama, kebebasan berpindah agama, hak untuk tidak menerima pelajaran agama di sekolah ataupun menghadiri upacara keagamaan di sekolah hingga hak untuk tidak bersumpah atau bersumpah yang bertentangan dengan agama atau keyakinan.
Terdapat pula beberapa agama minoritas yang juga diakui oleh negara, seperti agama Katolik Roma yang dilayani oleh Misi Sui Iuris dari Funafuti dan juga Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Selain itu ada kepercayaan Baha’i yang termasuk kelompok agama minoritas terbesar dan bukan Kristen di Tuvalu. Agama Islam menjadi agama dengan pemeluk paling sedikit di negara ini.
Negara ini memperoleh kemerdekaannya pada 01 Oktober 1978 dari pemerintahan Britania Raya (Inggris).
Tak ada tentara atau kekuatan militer di negara ini. Tuvalu adalah negara anggota Commonwealth, yang berbentuk monarki parlementer, sehingga Inggris yang bertanggung jawab menjaga kedaulatannya.
Di tahun 1996 hingga 2002, Tuvalu menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbaik dengan pertumbuhan PDB mencapai 5,6% per tahun. Akan tetapi mengalami penurunan di tahun 2002, bahkan pertumbuhan PDB hanya mencapai 1,5% di tahun 2008. Hal ini disebabkan akibat harga bahan bakar dan harga pangan dunia yang mengalami meningkat.
Di tahun 2010, Tuvalu bergabung dengan IMF dalam upaya meningkatkan perekonomiannya. Namun baru pada tahun 2014 PDB negara ini mengalami kenaikkan sebesar 1 persen. Hal ini tidak terbebas dari pendapatan yang berasal dari kegiatan perikanan dan bantuan luar negeri.
Nama dari domain milik Tuvalu yakni domain (dot)tv merupakan domain internet tingkat atas. Bahkan setiap tahunnya domain ini dapat menghasilkan sekitar US$2,2 juta yang menyumbang pendapatan negara sekitar 10%.
Pada saat Perang Dunia II, Tuvalu menjadi lokasi pangkalan yang strategis bagi Amerika Serikat. Tidak heran jika di negara tersebut banyak ditemukan artefak Perang Dunia II seperti landasan lama di sisi timur laut Nanumea, bangkai-bangkai kapal dekat desa Numea dan Pulau Motulalo di Nukufetau.
Dengan titik tertinggi yang tidak mencapai 5 meter, membuat negara Tuvalu menjadi salah satu negara yang terancam tenggelam akibat pertambahan volume permukaan air laut sebagai efek pemanasan global.
Karena volume permukaan air laut terus mengalami peningkatan, banyak penduduk Tuvalu memilih untuk pindah ke negara lain, seperti negara Selandia Baru dan beberapa Kepulauan Pasifik lainnya.
Tanah di Tuvalu tidak cocok untuk pertanian dan badan air yang terkurung daratan. Laguna sangat umum ditemukan di tempat ini. Titik tertinggi di antara 114 pulau yang membentuk negara ini hanya setinggi 5 m di atas permukaan laut.
Tuvalu memiliki iklim tropis. Curah hujan sangat teratur dan pulau-pulau yang penuh air. Ada beberapa ikan dan tanaman laut yang ditemukan di lautan sekitarnya. Pohon kelapa dan pandan banyak ditemukan dalam badan air di sekitarnya.
Tuvalu di bagi menjadi 9 distrik, yaitu Funafuti,
Nanumea, Nui, Nukufetau,
Nukulaelae, Vaitupu,
Nanumanga, Niulakita,
Niutao.
Transportasi antarpulaunya masih memakai perahu. Jadi keindahannya bisa sangat terasa. Terumbu karang manja, bisa diamati di antara lanskap laguna nan indah.
Bandara satu-satunya di Tuvalu berada di ibu kota, Funafuti. Tidak hanya itu saja Funafuti menjadi satu-satunya tempat dengan akomodasi, trasportasi, serta tempat tinggal bagi 56,6 persen populasi di negara Tuvalu.
Lagu Kebangsaan, Tuvalu Mo Te Atua.
Mata Uang yang berlaku adalah Dollar Australia (AUD).
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





