Duniakalselpos.com – Negara Sudan Selatan resmi merdeka pada 9 Juli 2011, setelah melepaskan diri dari negara Sudan melalui kebijakan referendum dan menjadi negara termuda di dunia.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk mengakhiri konflik berkepanjangan, yang terjadi sejak dekade 50-an.
Ibu Kota Sudan Selatan atau South Sudan adalah Juba.
Negara ini merupakan negara yang terletak di timur laut Afrika.
Memiliki luas mencapai 619.745 km persegi, yang terdiri dari 10 negara bagian.
Letak astronomis negara Sudan Selatan adalah di antara 3°LU hingga 13°LU dan 24°BT hingga 36°BT.
Berdasarkan data dari CIA, pada tahun 2022 jumlah populasi negara tersebut diperkirakan mencapai 11.544.905 jiwa.
Negara ini memiliki padang rumput yang luas, rawa-rawa, dan hutan hujan tropis yang membentang di kedua tepi Sungai Nil Putih.
Penduduk yang menghuni negara ini berasal dari etnis yang beragam. Etnis mayoritas adalah Dinka, Nuer, dan Shilluk.
Pada 14 Juli 2011, Sudan Selatan secara resmi mendaftarkan negaranya sebagai salah satu anggota PBB. Juga telah mendaftarkan diri sebagai Komunitas Afrika Timur, Bank Dunia, serta Dana Moneter Internasional.
Negara ini dikelilingi dan berbatasan dengan sejumlah negara di sekitarnya.
Sebelah utara berbatasan dengan Sudan. Kemudian, sebelah selatan berbatasan dengan Kenya, Uganda, dan Republik Demokratik Kongo. Sedangkan, sebelah timur berbatasan dengan Etiopia dan sebelah barat berbatasan dengan Republik Afrika Tengah.
Sudan Selatan memiliki iklim panas dengan curah hujan musiman yang dipengaruhi oleh pergeseran tahunan Zona Konvergensi Antar Tropis. Umumnya curah hujan paling tinggi terjadi di daerah dataran tinggi di selatan dan cenderung rendah di utara.
Kondisi wilayah dataran di utara dan tengah hingga dataran tinggi selatan membentang di sepanjang perbatasan dengan Uganda dan Kenya. Sungai Nil Putih, yang mengalir ke utara dari dataran tinggi Afrika Tengah, adalah fitur geografis utama negara tersebut.
Sudd (nama yang berasal dari vegetasi terapung yang menghalangi navigasi) adalah area rawa besar seluas lebih dari 100.000 km persegi yang dialiri oleh perairan Nil Putih yang mendominasi bagian tengah negara.
Berdasarkan ketentuan perjanjian damai yang ditandatangani pada 22 Februari 2020, Sudan Selatan dibagi menjadi 10 negara bagian, dua wilayah administrasi, dan satu wilayah status administrasi khusus.
Negara bagian dan wilayah administratif dikelompokkan ke dalam tiga provinsi bersejarah di Sudan, yakni Bahr el Ghazal, Equatoria, dan Greater Upper Nile.
Berikut daftar negara bagian di Sudan Selatan.
Bahr el Ghazal :
Northern Bahr el Ghazal,
Western Bahr el Ghazal,
Lakes, dan Warrap.
Equatoria :
Western Equatoria,
Central Equatoria (terdapat Ibu Kota Juba), dan
Eastern Equatoria.
Greater Upper Nile :
Jonglei, Unity, dan Upper Nile.
Administrative Areas :
Pibor dan Ruweng.
Area dengan Status Administratif Spesial :
Abyei (secara bersamaan bagian dari Republik Sudan dan Republik Sudan Selatan)
Kelompok etnis utama yang hidup di Sudan Selatan adalah etnis Dinka dengan populasi lebih dari 1 juta orang (15%), Nuer (10%), Bari, dan Azande. Shilluk merupakan negara bagian yang secara historis terkait erat dengan Sungai Nil Putih dan bahasa mereka dekat dengan Dinka dan Nuer.
Bahasa resmi yang dipakai Sudan Selatan adalah bahasa Inggris. Ada lebih dari 60 bahasa pribumi yang sebagian besar diklasifikasikan dalam keluarga Bahasa Nilo-Sahara.
Agama yang dianut di Sudan Selatan adalah agama pribumi tradisional, Kristen, dan Islam.
Laporan Pew Research Center 18 Desember 2012 tentang agama dan kehidupan publik menyatakan bahwa pada tahun 2010, 60,5% populasi Sudan Selatan beragama Kristen, 32,9% adalah penganut agama tradisional Afrika, dan 6,2% populasi adalah Islam.
Sebagian besar penduduk sekitar 80%, tinggal di daerah pedesaan. Menurut perkiraan terbaru Bank Dunia, sekitar 82% orang Sudan Selatan menderita kemiskinan dan bertahan hidup dengan kurang dari $1,90 per hari.
Meskipun Sudan Selatan termasuk ke dalam negara yang tingkat kemiskinannya tinggi, negara ini memiliki banyak sumber daya alam. Sungai Nil, minyak bumi, marmer/dolomit, aluminium, bijih besi dan emas berdiri sebagai sumber daya alam utama bangsa.
Minyak bumi menjadi sumber daya alam yang paling banyak mendorong perekonomian negara, dengan investor luar mendominasi sektor ini.
Pound Sudan Selatan
adalah mata uang dari Sudan Selatan.
Kode dari Pound Sudan Selatan adalah SSP. Pound Sudan Selatan dibagi menjadi 100 piastres. SSP diatur oleh Bank of South Sudan.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





