Batulicin, kalselpos.com – Beras merupakan salah satu kebutuhan bahan pokok pangan utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Hak untuk mendapatkan pangan merupakan hak asasi manusia, sebagaimana tertuang dalam pasal 27 Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan UU.
Terkait dengan hal itu, khusus stok beras di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru, Kalimantan Selatan yang tersimpan di gudang baik di Desa Sari Gadung Kecamatan Simpang Empat, Tanbu dan di Semayap, Kotabaru saat ini jauh dari ideal.
“Idealnya stok beras yang yang tersimpan di gudang sebanyak 100 ton tiap kabupaten, akan tetap kita masih mendapatkan support stok beras dari gudang Bulog terdekat, Kota Banjarmasin dan Provinsi Sulawisi Selatan,” terang Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bulog Kotabaru-Tanbu, Riza Wahyudi SE, Ak kepada kalselpps.com, Senin (30/1/23).
Diungkapkan untuk jumlah stok beras yang ada di Tanbu saat ini sebanyak 23 ton dan di Kotabaru sebanyak 44 ton
“Hingga saat ini kami masih menggelontorkan beras ke pasar-pasar ataupun pedagang dalam rangka menekan kenaikan harga komoditi beras di pasaran,” jelasnya.
Untuk komoditas beras impor sudah mulai masuk ke Indonesia, dan secara bertahap akan disebar ke daerah-daerah (non produksi) tujuannya untuk menekan/mengendalikan inflasi.
Bulog selalu melakukan upaya-upaya agar stok tetap aman, terlebih di bulan Haul Abah Guru Sekumpul dan persiapan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.
“Kendati demikian, informasi yang kami dapatkan tak lama lagi akan ada beras yang akan masuk ke Bulog Kotabaru dan Tanah Bumbu sebanyak 750 ton terbagi dua tahap, 250 ton akhir Januari minggu kedua Februari, 500 ton minggu pertama Maret 2023,” terangnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





