Tekan inflasi, TPID Kalsel dan Kotabaru laksanakan Rakor

Rapat Koordinasi inflasi di Kabupaten Kotabaru menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Selatan, kegiatan ini berlangsung di Oproom Setda.

Kotabaru, kalselpos.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan bersama TPID Kotabaru laksanakan Rapat Koordinasi mengenai tingkat inflasi di Kabupaten Kotabaru menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Selatan, kegiatan ini berlangsung di Oproom Setda, Selasa (24/1) malam.

Wakil Bupati Kotabaru Andi Rudi Latif, SH menekankan, dengan adanya wacana maupun rencana kedepannya dalam pengendalian inflasi di daerah harus dilaksanakan dengan serius.

Bacaan Lainnya

“Ia juga berharap kepada rekan-rekan agar betul-betul serius bersama bekerja keras dalam hal pengendalian inflasi yang terjdi didaerah kita khususnya Kabupaten Kotabaru,” ujar Bang Arul sebutan akrab Wabup ini.

Sementara itu berdasarkan pemaparan Sekretaris Daerah Kotabaru Drs H Said Akhmad Asdegaf MM mengenai perkembangan inflasi di Kabupaten Kotabaru didorong dengan kenaikan harga BBM dan gejolak harga bahan pangan ini sendirian terutama dipicu masalah distribusi hampir semua dipasok dari luar daerah.

“Adapun pemicu inflasi di Kotabaru berkaitan dengan kenaikan harga BMM, kenaikan harga tiket pesawat, penyeberangan fery, dan transportasi darat serta faktor cuaca juga penyebab berkurangnya pasukan komoditas dipasaran, dan terdapatnya praktek monopoli dalam perdagangan telur, daging sapi dan daging ayam serta gagal panen sehingga sayuran dan beras mendatangkan dari luar daerah khususnya dari Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa,” ungkap Sekda H Said Akhmad.

Terkait itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dengan berbagai upaya perlu ditempuh dalam merem lajunya inflasi di Kotabaru khususnya di sektor perdagangan dengan menguatkan kerjasama antar daerah, gerakan menanam, pemantauan stok harga, dan menggelar pasar murah secara masif.

Hal senada juga disampaikan oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Ir Roy Rizali Anwar ,ST., MT, bagaimana cara mengendalikan inflasi.

“Kita lihat dulu berapa kebutuhan bahan pokok dan bahan penting lainnya di Kotabaru dan juga harus mengetahui pasokannya bagaimana, kalau ternyata kurang harus ada kerjasama anatar daerah sehingga pasokan menjadi seimbang dan terus menerus serta tingkatkan produksi apa saja barang yang ikut andil dalam menaikan harga inflasi,’ terang Sekda Provisi Kalsel ini.

Di akhir 2022, Kotabaru menjadi daerah tertinggi nasional tingkat inflasi yaitu, sebesar 8, 65 persen sedangkan Kota Banjarmasin menjadi Kota yang paling sering
berada dalam 10 besar inflasi tertinggi selama tahun 2022.

Rapat Koordinasi ini selain dihadiri Wakil Bupati Kotabaru, Sekretaris Daerah Kotabaru, Forkopimda Kotabaru, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kotabaru juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait