Bhutan, Negeri Naga Halilintar di Asia Selatan

Bendera Bhutan. (ist/net)

kalselpos.com – Bhutan
sebagai tujuan wisata mungkin tak sepopuler negara tetangganya seperti Cina tau India. Tetapi negara yang dikenal dengan sebutan Negeri Naga Halilintar atau Guntur ini tentunya memiliki ragam wisata yang menarik.

Secara historis Bhutan merupakan kerajaan terpencil di Asia Selatan.
Namun seiring reformasi
yang diprakarsai oleh Raja Jigme Dorji Wangchuk
(memerintah 1952–72)
pada 1950-an dan 60-an menyebabkan pergeseran dari monarki absolut pada 1990-an dan menuju institusi demokrasi parlementer multipartai pada 2008.

Bacaan Lainnya

Ibu Kota Bhutan adalah Thimphu, sementara Phuntsholing adalah pusat pemerintahan di negara ini. Secara astronomis, Bhutan berada di antara 27⁰ – 30⁰LU dan  90⁰ – 30⁰ BT ini tidak memiliki laut.

Luas wilayah Bhutan kurang lebih sekitar 38.394 km² terletak di pegunungan timur pegunungan Himalaya
dan diapit oleh dua negara besar, yaitu Republik Rakyat China di sebelah utara dan India di sebelah selatan.

Bhutan memiliki 20 distrik, 1. Bumthang, 2. Chukha, 3. Dagana, 4. Gasa, 5. Haa, 6. Lhentse, 7. Mongar, 8. Paro, 9. Pemagatshel, 10. Punakha, 11. Samdrup Jongkhar, 12. Samtse, 13. Sarpang, 14. Thimphu, 15. Trashigang, 16. Trashiyangtse, 17. Trongsa, 18. Tsirang, 19. Wangdue Phodrang, dan 20. Zhemgang.

Jumlah populasi negara Bhutan terbaru berdasarkan sumber situs worldomaters,
disebutkan bahwa di tahun 2022 populasi jumlah penduduk Bhutan mencapai kurang lebih 771.608 jiwa. Kemudian angka persentase pertumbuhannya di tahun 2021-2022 mencapai sebesar 1.12% atau jika dihitung bertambah sebanyak 8.516 jiwa.

Dalam sejarahnya, Bhutan dikenal dengan banyak nama, seperti ‘Lho Mon’ (Negeri Kegelapan dari Selatan), ‘Lho Tsendenjong’ (Negeri Cendana dari Selatan), ‘Lhomen Khazhi’ (Negeri Empat Tujuan dari Selatan) dan ‘Lho Men Jong’ (Negeri Obat Tumbuhan dari Selatan).

Bhutan merupakan tempat yang semula tertutup untuk turis, namun kini membuka diri bagi pelancong yang ingin menikmati keindahan alamnya yang memesona dengan sejuta keunikan dalam budaya dan seluruh aspek kehidupan rakyatnya, serta beragam bangunan sejarah yang menakjubkan sehingga menjadikan negara yang eksotis ini sebagai tujuan wisata.

Sebelum 2000-an sangat sulit untuk mendapatkan informasi dari negara ini. Barulah pada awal 2000-an, Bhutan membuka akses untuk para wisatawan.

Sebagai wilayah pegunungan Bhutan dibelah oleh banyak sungai. Sungai utama dari barat ke timur adalah Torsa (Amo), Wong (Raidak), Sankosh (Mo), dan Manas. Semua sungai mengalir ke selatan dari Great Himalaya dan bergabung dengan Sungai Brahmaputra di India.

Bhutan juga disebut negeri dengan sejumlah dongeng dan pengetahuan. Cerita di sekitar Paro Taktsang mungkin yang paling menarik. Biara di sisi tebing diyakini sebagai tempat Padmasambhava mendarat sambil terbang di atas punggung seekor harimau betina.

Beberapa legenda juga percaya bahwa harimau betina adalah murid sang guru dan membawanya dari Tibet.

Agama resmi di Bhutan adalah Buddha Vajrayana. Bhutan adalah sebuah negara Buddha dalam hal konstitusi dan Buddha memainkan peran penting di negara tersebut.

Masyarakatnya hidup harmoni dan berdampingan dengan alam dan termasuk salah satu komunitas yang sangat memerhatikan ekologi.

Masyarakat Bhutan tergolong memiliki selera seni yang baik. Mereka senang melukis di dinding rumah dengan pola-pola unggas maupun geometri untuk mempercantik tampilan tempat tinggal.

Umumnya, rumah di Bhutan berbentuk agak kecil dengan tiga lantai. Berturut-turut dari lantai dasar, rumah tersebut difungsikan sebagai ruang untuk ternak, ruang untuk keluarga, serta penyimpanan jerami.

Perekonomian negara Bhutan termasuk ke dalam golongan terkecil di dunia. Meskipun begitu pertumbuhan ekonominya berkembang dengan sangat baik setiap tahunnya.

Penduduk Bhutan mayoritas bekerja sebagai petani. Beberapa hasil pertanian yang dihasilkan antara lain beras, jagung, umbi-umbian, produk susu, telur, apel, dan jeruk.
Sektor pertanian banyak di lakukan di Bhutan bagian tengah hingga selatan.

Tidak hanya itu saja, Bhutan ternyata juga menjual tenaga listrik menggunakan air (PLTA) kepada India.

Dari sektor industri Bhutan mempunyai industri semen, pengolahan buah-buahan, perkayuan hingga pariwisata.

Bhutan juga melakukan kegiatan ekspor barang ke sejumlah negara seperti India, Bangladesh dan
negara Filipina dengan komoditas andalan berupa gips, kapulaga, kerajinan tangan, semen, batu mulia, buah, semen dan rempah-rempah.

Dan barang–barang utama yang diimpor negara ini yakni kendaraan, beras, mesin hingga gabah bermitra dengan negara Jepang, Austria dan India.

Ngultrum adalah mata uang Kerajaan Bhutan. Mata uang tersebut terpecah dalam 100 chhertum. Otoritas Moneter Kerajaan Bhutan adalah otoritas pencetakan uang-uang kertas dan koin Ngultrum. Ngultrum sekarang disetarakan dengan rupee India. Kode: BTN. Simbol: Nu

Uang kertas: Nu.1, Nu.5, Nu.10, Nu.20, Nu.50, Nu.100, Nu.500, Nu.1000

Bhutan juga memiliki nama lokal Druk Yul, yang berarti “Negara Naga”. Simbol naga dapat ditemukan di bendera dan lambang negaranya.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai negara Bhutan. Semoga bermanfaat.

kalselpos.com

Pos terkait