Rantau, kalselpos.com – Kepolisian Resort Tapin kembali menggelar Jumat Curhat, menjadi tujuan tempat tongkrongan para kaum milenial yang ada di pusat Kota Tapin, kali ini dengan mengambil tempat Cafe Ruai Rindu. Jumat (20/1) kemarin pagi.
Jumat Curhat langsung di pimpin Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser didampingi, Kasat Reskim AKP Haris Wicaksono, Kasat Narkoba, Kasat Binmas dan Kasat Intelkam Polres Tapin.
Dalam Jumat Curhat ada yang menarik dari peserta yang hadir menanyakan, bahwa saat ini sudah mulai menjamur keberadaan cafe-cafe di Kabupaten tapin, namun yang ditakutkan oleh pemilik kafe adanya pengunjung yang datang dalam keadaan kondisi tidak normal seperti orang mabuk hal ini tidak bisa oemilik cafe untuk menegur atau mengusirnya.
“Pada malam hari di saat buka cafe, kadang kala ada orang datang ke café dalam keadaan tidak normal aatu mabuk, tentunya ini yang kami takutkan, “ ungkap Mulyadi kepada Kapolres Tapin.
Dengan orang tidak normal datang, pemilik cafe tentunya tidak berani menegur apalagi mengusirnya, tentunya akan menimbulkan masalah yang tidak kita inginkan. Hal ini bagaimana kami menyikapinya terhadap orang tersebut.
Di samping itu pula saat sedang membersihkan tempat usahanya tidka sedikit ditemukan plastik kecil entah bungkusan apa tidak tahu dibawa pengunjung saat nongkrong di kafe.
Menanggapi itu, Kapolres Tapin AKBP Ernesto saiser mengatakan, adanya laporan dari masyarakat seperti itu dalam jumat curhat ini tentunya akan kami tindaklanjuti, dimana tempat café yang dijadikan tempat mabuk.
“Adanya laporan dari masyarakat terkait hal diatas, ini tentunya menjadi perhatian dari kepolisian, “ jelas Kapolres.
Kami dari Kepolisian berkomitmen akan terus memberikan pengawasan pada tempat-tempat usaha yang menjadi tongkrongan kaum Melinial di Tapin, jika memang perlu ditindak. Maka akan kita tindak.
“Kalau ada di temukan ada yang berbuat salah di tempat café-café di Tapin tentunya akan kita tindak sesuai dengan aturan yang berlaku, “ tegasnya.
Pada kesempatan ini saya meminta kepada pelaku usaha yang mengumpulkan orang banyak seperti café agar pemiliknya bisa melengkapi CCTV.
Hal itu Supaya lebih mempermudah pengawasan.
“Sebagai contoh, jika ada yang datang berpotensi membuat onar seperti mabuk atau bawa sajam di di cafe, kalau ada CCTV tentunya bisa terpantau dan ketahun orangnya, “ katanya.
Kendatipun demikian dalam menjaga kenyamanan dan kamtibmas bersama ia berharap selalu ada komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian setempat. “Sinergitas ini juga harus selalu kita jaga, karena Kepolisian tidak bisa bergerak sendiri tanpa bantuan dari semua lapisan masyarakat, “ pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





