Batulicin, kalselpos.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB)Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar diseminasi audit kasus stunting, pada 15 November 2022 lalu.
Audit itu dilaksanakan di Ruang DLR Kantor Bupati dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Mariani, dalam upaya mengurangi resiko terjadinya kasus stunting di Tanbu.
Disampaikan Kepala Dinas P3AP2KB, Narni kepada kalselpos.com, Senin (21/11/22) melalui pesan singkatnya bahwa kegiatan pekan lalu itu juga membahas tentang kasus bagi kelompok resiko stunting.
Kelompok tersebut seperti para calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui bayi di bawah usia dua tahun (Baduta).
“Kami menghadirkan empat narasumber dari tim pakar. Seperti, dr. Anna Ismiana spesialis kandungan, dr. I Dewa Gede Ariputra dari spesialis anak, Noor Latifah Andina psikolog dan Nana Daniatina sebagai ahli gizi,” sebut Narni.
Selanjutnya dibahas rekomendasi dari tim pakar sebagai tindak lanjut intervensi dari pemerintah daerah dalam rangka mengurangi risiko terjadinya stunting di Bumi Bersujud.
Harapannya, ke depan pada tahun 2024 angka stunting di Tanbu bisa mengalami penurunan di bawah target nasional, yakni pada angka 14%.
“Tatap muka dihadiri perwakilan SKPD terkait, serta diikuti secara virtual oleh para pengelola gizi dan bidan koordinator Puskesmas, serta penyuluh KB se-Kabupaten Tanah Bumbu,” terang Narni.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





