Mantan Personel JKT 48 Ini Dapat Hidayah Selama Pandemi

- Nabilah Ayu ex JKT48 ( (Antara/Lifia Mawaddah Putri)/ kalselpos

Jakarta, kalselpos.com – Selama pandemi Covid-19, ternyata membawa hidayah bagi mantan JKT 48, Nabilah Ayu. Banyak yang meninggal dunia, membuat perempuan cantik tersadar dan mulai berhijab.

“Memang wanita muslim itu diwajibkan untuk berhijab. Tapi mungkin setiap orang punya proses dan hidayahnya mungkin berbeda-beda. Alhamdulillah tahun lalu kenapa aku memilih untuk berhijab, karena aku merasa waktu Covid-19 banyak banget saudara kita yang berpulang,” ungkap Nabilah, kemarin.

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, semua orang tahu umur sampai kapan ada di dunia ini. “Jadi aku berpikir, selama Allah masih memberi kita nafas, nggak ada salahnya kita mengubah diri menjadi lebih baik. Karena aku takut ketika aku sudah nggak ada, aku nggak bisa lagi melakukan kebaikan-kebaikan,” sambungnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, meski sudah memilih berhijab, tawaran untuk bermain dalam film juga tetap dia dapatkan. Salah satunya adalah film “Jomblo Fi Sabilillah” yang akan memulai proses produksinya, besok 29 Oktober 2022. Nabilah pun bersyukur peran-peran yang ditawarkan pun kini juga sesuai dengan karakternya yang sudah berhijab.

Walau memiliki banyak tawaran, Nabilah pun mengaku lebih memilih peran apa yang akan dia ambil saat tampil dalam sebuah film, iklan, sinetron dan lain-lain.

“Semenjak berhijab, justru tawarannya mashaa Allah semakin banyak Alhamdulillah. Banyak juga PH film yang tahu kalau saya sudah berhijab. Jadi film yang ditawarkan juga yang berhijab,” paparnya.

Banyak tawaran, lanjut dia, tapi lebih mensortir. Bukan yang mensortir sombong, tapi memang yang sesuai dengan imej dirinya yang sekarang .

Baru mengenakan hijab selama setahun lebih, Nabilah pun mengaku awalnya sempat merasa ragu dan mendapatkan banyak cobaan. Akan tetapi, dia tetap mempertahankan keputusannya, karena orang tuanya selalu mendukung keputusannya untuk mau berhijab dan berubah menjadi lebih baik.

“Cobaannya macam-macam. Kayak waktu awal aku merasa nggak pantas, nggak cantik. Itu mungkin gangguan setan yang ingin menggoyahkan hati. Tapi mama papa selalu bilang, Allah tuh nggak ngelihat cantiknya. Yang penting hati dan Allah ridho,” tutur Nabilah.

“Nggak lah. Kalau kata Habib Ja’far, hijab adalah untuk menutup aurat. Bukan untuk menutup jati diri. Tapi mungkin lebih dijaga ucapannya. Misal kurangi gibah, apalagi cewek kan. Nah hati-hatinya yang begitu mungkin. Dan jangan sampai juga lisan kita menyakiti orang,” pungkasnya.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait