kalselpos.com –
Selama ini perilaku masyarakat
masih sering mencemari perairan sampai ke laut cukup besar yang berakibat merusak ekosistem laut, sehingga daya dukung ekonomi laut menjadi kurang optimal.
Pembangunan di daratan dengan pengurukan atau reklamasi juga turut berdampak, karena dapat mempersempit luasan laut dangkal tempat terumbu karang tumbuh.
Demikian menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Fredinan Yulianda, kemarin.
Dia menyarankan konservasi yang dilakukan dengan baik akan dapat memberikan keseimbangan lingkungan laut dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Edukasi konservasi kepada masyarakat, instansi dan pengusaha, wisata perlu ditingkatkan, karena pertumbuhan karang membutuhkan ratusan tahun,” katanya.
Disampaikan Prof Fredinan,
dari 17.000 pulau kecil, Indonesia memiliki garis pantai paling panjang nomor dua di dunia dan jumlah garis pantai dengan tipe perairan dangkal yang menopang keberadaan terumbu karang mencapai 99.000.
“Indonesia juga memiliki 16.671 pulau yang dipenuhi banyak terumbu karang di sekitarnya,” ujarnya.
Dikatakannya, keanekaragaman sekarang ini menjadi salah satu modal yang kuat untuk ekowisata dengan mengedepankan sumber daya alami dari ekosistem terumbu karang.
Dalam ungkapan Fredinan secara daring di Bogor, Jawa Barat, bahwa cara yang tepat untuk pemulihan adalah konservasi ekosistem laut yang mendukung wisata bahari, salah satunya wisata selam untuk melihat karang-karang yang beragam dan indah.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





