Jakarta, kalselpos.com – Plt Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Husairi Abdi, Lc mengikuti pengarahan Presiden terkait menghadapi Inflasi di daerah.
Pengarahan tersebut, disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke jajaran pemerintah di Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (29/9) lalu.
Plt Bupati HSU hadir bersamaan dengan menteri, kepala badan, dan lembaga setingkat, gubernur, bupati/ walikota seluruh Indonesia, Kapolda, Pangdam, Kajati, serta para direksi BUMN dan tamu undangan.
“Berhati-hati, karena saat ini dunia penuh dengan ketidakpastian,” sampai Jokowi, saat berikan sambutan.
Presiden Jokowi menekankan tiga poin penting, yaitu pengendalian inflasi daerah, penyasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim, dan tindak lanjut aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia.
Menurut Jokowi, untuk menghadapi permasalahan ini ada beberapa terobosan yang diambil pemerintah.
Hadapi inflasi, Jokowi meminta untuk meningkatkan operasi pasar, dengan mendata harga pangan yang ada di pasar, sehingga bisa dipantau bahan pangan apa saja yang naik, karena itu berarti ada kelangkaan pada item tersebut.
Pemerintah daerah yang daerahnya memproduksi item tersebut, diminta agar meningkatkan produksi dan mendistribusikan ke daerah yang minim item tadi. Presiden meminta agar memberikan subsidi untuk mobilisasi pendistribusian bahan pangan ini.
Plt. Bupati HSU H Husairi Abdi, Lc usai menyimak arahan dari Presiden mengambil kesimpulan. Permasalahan ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja, tapi seluruh negara lain di dunia juga merasakannya.
“Kita meyakini, dengan saling bersinergi dan bersatu mulai dari tingkat terendah, hingga tertinggi seperti pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan kerjasama yang baik, baik lembaga dan BUMN dan lainnya, maka permasalahan ini bisa kita hadapi, sebagaimana kita dahulu bersama-sama saat menghadapi pandemi Covid-19,” terangnya .
Sekedar diketahui, pemerintah daerah HSU telah menjalankan terkait pengendalian inflasi ini. Pemkab HSU telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan inflasi dan dampak lonjakan sejumlah kebutuhan pokok.
Langkah strategis tersebut seperti melakukan rakor dengan tim pengendali inflasi dan mengefektifkan tim pengendali inflasi pusat dan daerah. Mengambil langkah memberikan bantuan bagi masyarakat, bantuan sosial tersebut bisa dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) dana BLT tersebut diambil dari alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam perubahan anggaran 2022, dengan target 9 ribu lebih kepala keluarga (KK) yang tersebar di 10 kecamatan dan 5 kelurahan.
“Kita juga telah mengupayakan arus distribusi kebutuhan pokok aman, lancar dan tidak ada hambatan,” tuntasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





