kalselpos.com – Kawasan Geopark Batu Angus dinilai memenuhi syarat menjadi destinasi geopark nasional,karena di dalamnya terdapat fenomena alam bekas letusan gunung api berusia lebih dari 200 tahun dan tetap terpelihara.
Fenomena alam serupa, tidak ditemukan di gunung api lainnya di Indonesia.
Pemkot Ternate telah mengembangkan kawasan Geopark Batu Angus menjadi salah satu objek wisata unggulan Ternate yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.
Pengembangan wisata tersebut bertujuan untuk menarik wisatawan akan semakin tertarik datang ke Ternate.
Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman mengupayakan kawasan Geopark Batu Angus yang terletak sekitar sembilan kilometer sebelah utara dari pusat Kota Ternate itu menjadi destinasi geopark nasional.
Geopark, taman geologi atau kadang disebut taman bumi adalah sebuah wilayah yang difungsikan sebagai kawasan lindung dan digunakan untuk mengelola warisan geologi secara berkelanjutan.
Geopark atau Taman Geologi Batu Angus di Ternate, menurut literatur, terbentuk dari tumpukan bebatuan yang berasal dari lahar beku yang mengarah ke laut akibat letusan Gunung Gamalama pada 1673.
jika berkunjung ke kawasan Geopark Batu Angus di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), pengunjung akan disuguhi pemandangan hamparan gumpalan batu hitam, yang membentang dari kaki Gunung Gamalama hingga ke tepi Pantai Ternate.
Hamparan gumpalan batu hitam dengan berbagai ukuran dan bentuk yang unik itu merupakan aliran lahar panas yang membatu dari kawah Gunung Gamalama, ketika gunung setinggi 1.715 mdpl tersebut meletus.
Khusus wisata sejarah yang menarik di Ternate diantaranya tujuh benteng peninggalan kolonial dan beragam benda pusaka di Keraton Kesultanan Ternate, seperti mahkota emas berambut yang diklaim sebagai mahkota terunik di dunia karena rambut di mahkota itu tumbuh memanjang seperti layaknya rambut di kepala manusia.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





