Jakarta, kalselpos.com – Sikap kritis Rocky Gerung selama ini, ternyata membuat berbagai pihak ‘takut’ dan khawatir, termasuk mengundangnya hanya sebagai pembicara dalam sebuah seminar.
Ini terlihat seperti unggahan yang ditulis Rocky yang merupakan filsuf, akademisi, dan intelektual publik Indonesia di facebook pribadinya. Dirinya sempat ditolak mengisi acara seminar di Universitas Mataram dan menyindir keras tindakan Rektor Universitas Mataram (Unram).
Rocky pun mempertanyakan sang Rektor Unram yang dinilai takut atas kedatangan dirinya.
Dalam seminar yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengawal Ideologi Bangsa Unram dengan tema “24 Tahun Reformasi Titik Nol Penegakan Hukum dan Keadilan” di Hotel Lombok Garden Kota Mataram Rocky pun heran kenapa Rektor Unram menolak dirinya datang mengisi seminar.
“Mengapa rektor takut saya datang. Apa saya bahas kejahatan. Saya kan nggak bisa ngutak-ngatik pikiran orang lain. Gitu kan,” kata lelaki kelahiran Menado, Sulawesi Utara, 20 Januari 1959 ini dalam sela-sela diskusi, Jumat (16/9/2022).
“Dasarnya apa? Itu dia dibayangi oleh ketakutan meratifikasi bukan ketakutan metayuridika,” cetus Rocky.
Dia pun menyindir keras sikap rektor Unram yang malah mendatangkan DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengisi seminar kuliah umum di Unram pada Kamis (15/9/2022) kemarin.
“Apakah rektor Unram mau jadi wakil presiden Jokowi? Jokowi sendiri belum menjadi wakil presiden,” ucap Rocky yang merupakan salah seorang pendiri Setara Institute dan fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi.
“Jadi saya hanya menyiapkan jalan pikiran. Intinya adalah kampus memang tempat bertengkar pikiran. Karena sebenarnya pikiran disebut pikiran jika dia dipertengkarkan. Pikiran kita harus diganggu. Itu yang tidak dipahami oleh Rektor,” katanya.
Dia pun meminta kepada mahasiswa yang ikut dalam seminar nasional di Mataram untuk terus berupaya menjaga suhu berpikir itu agar tidak punah. Karena kata Rocky kebebasan berpikir ialah mulai dari keinginan untuk memenuhi kebebasan itu sendiri.
Berkaitan penolakan tersebut, beragam pendapat diungkapan netizem di facebook Rocky Gerung.
Seperti ditulis Pugahadi: “Takut die dgn orang cerdas seperti bung rocky …..”
Hampir senada ditulis Su Tarman: “Biarin aja bang Rocky, nanti selesai rezim.”
Tata Tamala Mukhlison juga menyatakan: “Takut ketika nalar dan logika sehat berbicara fakta dan seharusnya.”
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





