Dampak BBM Naik, Sedikit Banyak Pengaruhi Psikis Masyarakat

Dirut RSJD Sambang Lihum, Anna Martiana Afida.(anas aliando)kalselpos.com

Banjarbaru, kalselpos.com – Dampak dari kenaikan harga BBM dan sejumlah bahan pokok, secara umum belum terlihat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jiwa masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Meski dipermukaan terlihat belum ada berpengaruh, namun kenaikan harga BBM sedikit banyak pasti berdampak pada kondisi psikis. “Sedikit banyak kenaikan harga BBM pasti berpengaruh pada kondisi psikis masyarakat. Namun pengaruhnya tidak sebesar saat pandemi Covid-19 melanda,” ujar Dirut Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum, Anna Martiana Afida kepada kalselpos.com, akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sampai saat ini belum ada masyarakat yang berobat atau berkonsultasi jiwa akibat dampak domino dari kenaikan BBM dan bahan pokok.

“Belum ada pasien yang kami tangani terkait stres akibat naiknya BBM. Namun kami yakin pasti ada yang tergoncang jiwanya akibat kenaikan itu,” ucapnya.

Gangguan jiwa, lanjut Anna, bisa terlihat dari perilaku seseorang yang emosinya tergoncang alias tidak stabil. “Misalnya marah-marah, suka termenung, akibatnya keharmonisan rumah tangga jadi terganggu dan ini harus segera diobati atau dibuat tenang,” terangnya.

Secara pribadi dia melihat perekonomian di Kalsel tidak berpengaruh meski harga BBM dan bahan pokok mengalami kenaikan. “Kita lihat saja di mall, supermarket dan rumah makan selalu ramai. Artinya, orang-orang ada saja duitnya,” nya.

Perekonomian Kalsel sangat kuat ditambah lagi dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah provinsi selalu bikin masyarakat senang. “Kebijakan Pemprov Kalsel bagus dan membuat tenang masyarakat. Gubernur juga selalu menggaungkan kerja bahagia dan semua kita harus bergembira. Itu membuat efek bagus buat masyarakat,” tutupnya.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait