kalselpos.com -Kejahatan bermotif kebencian, atau yang dikenal dengan sebutan hate crime, di sejumlah kota besar di Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan selama paruh pertama (H1) tahun 2022.
Demikian menurut data polisi yang dikumpulkan Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme di Califonia State University di San Bernardino.
Melansir Antara, Jumat (26/8) menyebutkan
data yang dikumpulkan dari 15 departemen kepolisian di kota-kota besar menunjukkan peningkatan rata-rata sekitar 5 persen dalam insiden bermotif bias sepanjang tahun ini.
Dari data itu menunjukkan 15 kota tersebut memiliki populasi gabungan 25,5 juta penduduk.
Sebagai perbandingan, sampel data yang lebih besar dari 52 kota besar yang dikumpulkan oleh pusat tersebut menunjukkan bahwa kejahatan bermotif kebencian di AS melonjak hampir 30 persen pada 2021, menurut laporan itu.
Kejahatan bermotif kebencian di AS mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh berbagai faktor mulai dari lonjakan sentimen anti-Asia selama pandemi Covid-19 hingga kebencian antikulit hitam sebagai reaksi terhadap protes menuntut keadilan rasial yang pecah di seluruh Amerika pada 2020 setelah pembunuhan seorang warga Afrika-Amerika George Floyd saat berada dalam penahanan polisi, kata Breaking News Texas dalam laporan datanya.
“Terdapat sedikit perlambatan yang terjadi, tetapi peristiwa-peristiwa (semacam itu) tidak terbatas pada satu tahun, kejadian itu bisa menjadi tren selama bertahun-tahun,” ujar Brian Levin, Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme AS, seperti dikutip dalam pernyataannya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





