Sampit, kalselpos.com – Perbaikan Stadion 29 November Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimulai. Saat ini pekerja mulai melaksanakan beberapa kegiatan untuk membenahi stadion yang terletak di Jalan Tjilik Riwut tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotim Wim RK Benung mengatakan saat ini tahapan pekerjaan dimulai dengan mematikan rumput yang ada di lapangan sepak bola tersebut untuk nantinya ditanam rumput baru.
“Diharapkan pada November sudah selesai, dan paling lama Desember. Kemudian 2023 bulan Juni sudah bisa digunakan,” kata Wim di Sampit, Rabu (3/8/2022).
Lapangan sepak bola tersebut akan ditanami rumput alami dengan kualitas yang lebih bagus dibandingkan yang ada saat ini. Harapannya, nantinya stadion itu bisa memenuhi standar digunakan untuk pertandingan berskala nasional sehingga laik menjadi tempat pertandingan sekelas Liga 1.
Lapangan yang sedang dibenahi itu berukuran panjang 105 meter dan lebar 68 meter. Pekerja juga mempersiapkan pembuatan parit agar lapangan tidak sampai kebanjiran saat hujan deras.
Dengan dimulainya pekerjaan, maka lapangan sepak bola ini ditutup untuk kegiatan besar. Bahkan nantinya setelah rampung pun, stadion ini hanya akan digunakan untuk kegiatan olahraga, bukan kegiatan lain seperti konser musik, upacara bendera dan lainnya.
Peningkatan stadion ini juga sebagai persiapan Kotim menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XX Kalimantan Tengah pada Juni 2023 di Sampit. Nantinya cabang olahraga sepak bola akan digelar di stadion ini.
Anggaran yang dialokasikan untuk tahap ini sebesar Rp2,7 miliar. Untuk peningkatan tribun diusulkan dilaksanakan pada 2023 nanti dengan kebutuhan biaya sekitar Rp631 juta.
“Itu berdasarkan perhitungan panitia kecil Porprov yang dikoordinir oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Panitia berharap kegiatan ini juga mendapat dukungan dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah,” jelas Wim.
Pekerjaan nantinya akan dilanjutkan dengan menyiapkan lintasan untuk cabang atletik dengan perkiraan biaya sekitar Rp600 juta hingga fungsional bisa digunakan. Jika mengejar target sesuai standar nasional maka membutuhkan biaya mencapai Rp6 miliar.
Wim menambahkan, jika peningkatan Stadion 29 November Sampit sudah selesai maka pemeliharaannya benar-benar menjadi perhatian. Penggunaannya juga akan diatur dengan baik agar rumput yang ada tidak cepat rusak.
Untuk pengelolaan ke depan, pemerintah daerah berencana menggandeng pihak ketiga. Tujuannya agar stadion kebanggaan itu dikelola secara profesional sehingga bertahan lama guna pengelolaan aset daerah serta memberikan pemasukan pendapatan bagi daerah.
“Nanti bisa saja kami laksanakan penerapan retribusi. Besarannya kita masih kaji. Bayangan kita, di Stadion Tuah Pahoe (Palangka Raya) tarifnya Rp2,5 juta siang. Kalau malam bisa lebih mahal.
Nanti stadion kita itu kita pertimbangkan dan sesuai dengan kemampuan,” ujar Wim.
Terkait persiapan Porprov Kalteng, pemerintah daerah juga akan membenahi tempat pertandingan cabang olahraga lainnya. Untuk akhir tahun ini diupayakan untuk pembenahan yang tidak memakan waktu lama karena hanya efektif tersisa waktu tiga bulan.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





