Banjarbaru, kalselpos.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hanifah Dwi Nirwana mengungkapkan
dari 13 kabupaten/kota di Bumi Lambung Mangkurat, masih ada daerah yang kurang kencang dalam penanganan dan pengurangan sampah.
Namun dia masih enggan menyebut kabupaten atau kota mana saja dianggapnya kurang kencang itu.
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media disela kegiatan Kick Off Program Merdeka Sampah yang dirangkai dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022 di Halaman Kantor Satpas Ditlantas Polda Kalsel, Jumat (27/5) pagi.
“Persoalan sampah di Kalimantan Selatan merupakan tugas bersama dan harus diselesaikan secara bersama-sama pula,” ujarnya.
Dalam penanganan dan pengurangan sampah, diakuinya banyak hal yang harus dilakukan, sebab itulah ada kabupaten yang kencang dalam penanganan, namun ada kurang kencang dalam pengurangan sampah,
“Namun ada juga yang kurang kencang kedua-duanya,” bebernya.
Hanifah pun meminta kepada bupati dan wali kota untuk tidak abai dalam mengatasi masalah sampah di daerahnya.
“Bupati dan wali kota harus melakukan renovasi dalam penanganan dan penanggulangan sampah,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, DLH Kalsel sudah berkali-kali mengirimkan surat dari gubernur kepada bupati dan wali kota agar mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk penanganan dan pengurangan sampah di wilayahnya.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kita terus lakukan upaya untuk penanganan masalah sampah ini. Sekali lagi untuk mengatasi masalah sampah harus dikerjakan bersama-sama,” ujarnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





