Kandangan, kalselpos.com – Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menegaskan, kasus penyakit mulut dan kuku sapi (PMK) sejauh ini belum ditemukan.
“Dari hasil monitoring dan pemeriksaan ke sejumlah ternak sapi, kambing dan kerbau, belum ditemukan kasus penyakit PMK di wilayah Kabupaten HSS,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSS Muhammad Noor, Jumat (20/5).
Meski begitu, kata dia, pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah pencegahan sesuai dengan surat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel no 524/995/Nak/V/2022, tentang kewaspadaan penyakit PMK, dinas pertanian Kabupaten HSS telah melakukan langkah-langkah pencegahan.
Diantaranya, melakukan monitoring pada ternak sapi, kambing dan kerbau secara berkala, dan memberikan vitamin pada ternak sapi, kambing dan kerbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serang penyakit PMK.
Memperketat penjagaan dan pengawasan lalu lintas ternak masuk dan keluar Kabupaten HSS. “Untuk saat ini kita stop ternak sapi, kambing dan kerbau masuk Kabupaten HSS, untuk mencegah penyakit PMK,” ujarnya.
Selain itu, mengintensifkan pemeriksaan di rumah potong hewan, terutama pemeriksaan ante mortem sebelum disembelih, dan post mortem setelah disembelih, seperti hati, jantung, limpa, paru-paru dan organ pencernaan.
“Untuk mencegah penyakit PMK kita juga melakukan penyuluhan kewaspadaan kepada ternak, pembagian brosur dan pemasangan spanduk waspada. Dan melaporkan situasi penyakit hewan yang terduga sakit dan tindak pengendalian PMK melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional (ISIKHNAS),” ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk sementara tidak membeli ternak dari luar, dan peternak untuk melaporkan kesehatan ternaknya untuk menghindari penyakit-penyakit termasuk PMK.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





