Hampir Seribu Hektare Tanaman Padi di Kalsel Diserang Hama Tungro

Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Hampir seribu hektare tanaman padi di tiga kabupaten penghasil utama padi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak satu setengah bulan terakhir diserang hama tungro.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, tungro menyerang tanaman padi di Kabupaten Barito Kuala seluas 550 hektare, Banjar 250 hektare dan Tanah Laut 131 hektare.

Bacaan Lainnya

“Kita langsung lakukan upaya pengendalian dengan menurunkan tim Gerdal (Gerakan Pengendalian) bersama para petani dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Alhamdulillah upaya kita berhasil dan tungro sudah mulai bisa dikendalikan,” ujar Syamsir kepada kalselpos.com, Jumat (13/5).

Dia rincikan, untuk di Kabupaten Barito Kuala,  tanaman padi yang bisa dikendalikan dari serangan tungro seluas 775 hektare. Di Kabupaten Banjar 475 hektar dan Tanah Laut 278 hektare.

“Untuk di Kabupaten Tanah Laut, tahap pertama kita kendalikan tanaman padi di Desa Raden Kecamatan Kurau dan berhasil. Kemudian di Kabupaten Banjar fokus pengendalian ada di Kecamatan Gambut seluas 200 hektare. Tanaman padi kembali normal seperti semula. Secara keseluruhan serangan tungro masih tergolong ringan dan sedang, sehingga tidak mengakibatkan puso atau gagal panen,” bebernya.

Syamsir menyebut beberapa musabab kenapa hama tungro kembali bertingkah di Bumi Lambung Mangkurat. Pertama akibat dari dampak banjir yang melanda Kalsel awal Januari 2021 lalu. Kedua faktor musim yang tidak menentu sehingga cuaca selalu berubah-rubah. “Faktor ketiga, petani kita selalu menanam padi lokal. Seharusnya ada pergiliran jenis dari lokal keunggul. Namun petani banyak yang tidak mau dan dengan kejadian ini petani baru mengerti,” terangnya.

Meski  diserang tungro, namun Syamsir yakin produksi padi Kalsel tahun ini tidak akan terganggu. Dia pun optimis target produksi yang di patok bersama BPS dengan memakai angka sampel area pada angka 1,1 juta akan tercapai.

“Kita harapkan petani tidak usah panik. Bersama Tim Gerakan pengendalian (Gerdal), penyemprotan disinfektan terus gencar kita lakukan, mari kita bergerak bersama membasmi tungro,” tegasnya.

Dalam menyikapi serangan tungro, Syamsir meminta pemerintah kabupaten sebagai yang punya wilayah dan petani untuk segera bergerak lebih dulu dan jangan menunggu arahan provinsi. “Kalau ada melihat hama, langsung serang. Jangan hanya berharap pada provinsi semua, karena dana kita terbatas. Pemerintah kabupaten hendaknya menyiapkan anggaran masing -masing,” pintanya.

Bukan itu saja, Syamsir juga meminta kepada anggota Komisi II DPRD Kalsel untuk bisa turun langsung ke lapangan menemui petani dan melihat kondisi padi yang “dilumat” tungro. “Ayo turun ke lapangan untuk melihat konstituennya,” imbaunya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait