Polemik Tandatangan Palsu Ternyata Berkaitan Perebutan Kursi AKD

Iwan Bora salah satu anggota DPRD Banjar saat dimintai keterangan oleh pinyidik terkait dugaan pemalsuan tanda tangan ketua dewan.(fahmi de musfa) (kalselpos.com)

Terkait sempat ricuh, paripurna, Irwan mengatakan bahwa hal itu biasa dalam berdemokrasi, terpenting jangan sampai anarkis, seperti kursi meja terbang bahkan sampai tindak pemukulan.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Heru Pribadi dari PKB juga mengatakan bahwa kericuhan adalah soal biasa. “Silakan berjuang argumentasi sampai suara penghabisan. Asal jangan sampai darah penghabisan,” komentarnya.

Ditambahkannya, terkait tandatangan yang diduga dipalsukan bahwa hal itu hak ketua untuk melaporkannya.

“Namun perlu diketahui bahwa jadwal acara pemilihan ketua AKD memang di banmus sudah ditentukan pukul 13.00 bukan pukul 12.00, karena saya adalah anggota banmus,” ujar Heru.

Secara logika, ujarnya, mandegnya pembahasan pemilihan pimpinan Komisi IV karena skors di paripurna, maka melanjutkannya mesti melalui rapat paripurna juga.

Sementara itu Syakhrin dari Gerindra tidak sependapat. Menururtnya, soal siapa unsur pimpinan Komisi IV itu hanya bisa dibahas oleh para anggotanya juga.

“Makanya dalam rapat Komisi IV pukul 12 itu telah dipilih, Antung Aman (dari Golkar) sebagai ketua, wakil ketua Ibu Diah (PDIP), dan sekretarisnya Ahdiat Nurhan (PKS),” bebernya.

Namun soal AKD di Komisi IV ini pun masih mengambang, sebab rapat paripurnanya sendiri yang sedianya untuk mengesahkan Komisi IV juga terhenti karena ada kericuhan tersebut.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait