Polemik Tandatangan Palsu Ternyata Berkaitan Perebutan Kursi AKD

Iwan Bora salah satu anggota DPRD Banjar saat dimintai keterangan oleh pinyidik terkait dugaan pemalsuan tanda tangan ketua dewan.(fahmi de musfa) (kalselpos.com)

Martapura, kalselpos.com– Ternyata polemik tandatangan palsu Ketua DPRD Banjar M Rofiqi juga ada kaitannya soal perebutan kursi di alat kelengkapan dewan (AKD).

Sejak dilaporkan Rofiqi, Polres Banjar melalui Sat Reskrim mulai memanggil pihak-pihak yang dianggap mengetahui dan terkait.

Bacaan Lainnya

Irwan Bora salah satu anggota DPRD Banjar mengatakan, bahwa ia dimintai keterangan terkait dugaan pemalsuan tandatangan Ketua DPRD Banjar.

“Kita datang ke sini dimintai keterangan sebagai saksi. Hampir dua jam dan 23 pertanyaan yang alhamdulillah bisa terjawab,” ujarnya.

Diungkapkannya, adapun yang ditangakan pihak berwajib terkait dugaan pemalsuan tandatangan atau ada tindakan scan tandatangan ketua dewan tanpa persetujuan Rofiqi.

“Ini perlu ditelisik dan dikawal sama-sama sehingga kita tahu siapa pelaku yang menyebabkan ada tandatangan palsu ini.

Sehingga kemudian hari tidak lagi terjadi, karena marwah dewan dipertaruhkan,” tambahnya.

Pos terkait