Katingan, kalselpos.com – Menelan dana sebesar Rp 99 Miliar, Proyek Rehab Jaringan Irigasi empat desa di Kecamatan Katingan Kuala diperkirakan sia-sia.
Pasalnya pada lokasi itu merupakan cetak sawah tahun 2013 yang terbengkalai, kondisinya kini telah menjadi hutan dan semak belukar
Menurut Kepala Desa Bumi Subur, Kecamatan Katingan Kuala, Volta Dinata, fisik yang saat ini masih dilaksanakan PT Indo Teknik Pembangunan adalah rehab jaringan irigasi pada lahan cetak sawah tahun 2013.
Disampaikannya, kawasan itu telah menjadi hutan belantara karena sejak selesai proses cetak sawah hingga sekarang jaringan irigasi belum memadai.
“Meskipun jaringan irigasi selesai, masih belum bisa di gunakan karena lahan itu sudah kembali menjadi hutan, makanya saya berharap pada pemerintah pusat agar ada optimalisasi di lahan cetak sawah dan cetak sawah baru di lahan irigasi,” tandasnya, Senin (25/4).
Volta menyambut baik perhatian pemerintah pusat kepada petani di Kecamatan Katingan Kuala berupa pembangunan jaringan irigasi.
Diungkapkannya, harapan masyarakat kepada proyek irigasi dari kementerian PUPR bisa membawa dampak positif dengan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa sekitar dan juga tertata sistem pengairan yg lebih modern agar sawah / pertanian tidak tergantung dengan musim yg selama ini terjadi.
“Dan juga saya berharap kepada pemerintah pusat bukan hanya pembuatan jaringan irigasi saja tetapi percetakan dan optimalisasi sawah yg ada karena percuma kalau hanya dibuatkan jaringannya saja,” ulangnya.
Masyarakat kata dia menaruh harapan sangat besar dengan kehadiran proyek tersebut. Selain membuka lapangan kerja, pengairan modern diharapkan memberi membawa perubahan dalam usahan pertanian.
“Panen yang dulunya hanya bersifat musiman dan tegantung cuaca, dengan jaringan irigasi modern bisa panen hingga tiga kali,” tukasnya.
Di tempat berbeda, Kepala Desa Subur Indah, Darsilan berharap banyak adanya pembangunan jaringan irigasi itu membawa dampak positif bagi pertanian di Kecamatan Katingan Kuala. Semua petani, imbuhnya menginginkan jaringan irigasi lancar.
“Harapan masyarakat, seiring jaringan irigasi sudah diperbaiki cetak sawahnya juga perlu direhab,” harapnya.
Sekadar informasi, Kabupaten Katingan untuk tahun 2022 kelimpahan Proyek dari Kementerian PUPR dengan pagu Rp100 M yang dialokasikan untuk Rehab Jaringan Irigasi di Kecamatan Katingan Kuala.
Dalam praktiknya pekerjaan itu dilaksanakan PT Indo Teknik Pembangunan Utama dengan nilai penawaran Rp99 Miliar lebih pada lokasi empat desa yakni, Jaya Makmur, Makmur Utama, Subur indah dan Bumi Subur.
Lokasi pekerjaan yang berada di areal lahan cetak sawah tahun 2013 yang terbengkalai memantik keinginan masyarakat agar cetak sawah itu turut diperbaiki supaya fungsional.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





