Dana stimulus korban banjir di Batola mulai disalurkan

Bupati Hj Noormiliyani AS saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada empat perwakilan warga di rumah jabatan bupati, Jumat (26/26/2021).(ist)muliadi/relhum(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS mulai membagikan dana stimulus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi masyarakat terdampak banjir yang terjadi di awal Januari 2021 lalu.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di rumah jabatan bupati, Jumat (26/26/2021) pagi, ini diperuntukan terhadap warga di empat kecamatan yakni Kecamatan Alalak, Mandastana, Jejangkit, dan Cerbon.

Bacaan Lainnya

Peresmian penyaluran ditandai penyerahan simbolis dari Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS kepada empat perwakilan warga.

Kabupaten Batola mendapatkan total bantuan stimulus dari pemerintah pusat sebesar Rp16.210.000.000 yang diperuntukan kepada 1.596 rumah yang terdiri dari 1.571 rumah mengalami rusak ringan dan 25 rumah mengalami rusak sedang.

Untuk bantuan kerusakan ringan mendapat bantuan senilai Rp10 juta per rumah, sedangkan kerusakan sedang memperoleh bantuan Rp25 juta per rumah.

Kerusakan terbanyak terjadi di Kecamatan Jejangkit dari 6 desa teridentifikasi rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 633 unit/KK.

Kemudian Mandastana sebanyak 624 unit/KK di 12 desa, Alalak 319 rumah/KK di 9 desa, serta Cerbon 1 desa dengan 15 rumah/KK.

Bupati Noormiliyani menyadari masih banyak warga yang rumahnya terdampak banjir belum mendapatkan bantuan mengingat belum semua data terakomodir. Dan saat ini pihaknya sedang mengajukan permohonan tahap kedua.

Untuk itu, kepada warga yang rumahnya juga mengalami kerusakan akibat banjir dan belum mendapatkan bantuan ia mengucapkan permohonan maaf serta mengajak sama-sama berdoa agar pemerintah pusat mengabulkan permohonan supaya bantuan kembali bisa disalurkan.

Sementara terhadap warga yang mendapatkan bantuan, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, meminta bersyukur serta benar-benar memanfaatkan bantuan perbaikan rumah bukan untuk keperluan yang lain.

Kepada para camat dan kades diminta memonitor dana yang diberikan agar benar-benar digunakan supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Selain sesuai peruntukan, Noormiliyani berharap penerima bantuan dana siap pakai (DSP) dari BNPB sudah mendapatkan vaksinasi tahap satu.

“Sekarang pencapaian vaksinasi tahap satu di Batola baru 42,7 persen. Makanya kami perlu dukungan semua pihak agar target 70 persen dapat dicapai akhir Desember 2021,” harapnya.

Penyaluran bantuan DSP ini sesuai ketentuan dilakukan secara non tunai melalui BRI.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Batola, Sumarno menambahkan, penyaluran bantuan stimulan ini tidak bisa dilakukan secara serentak, karena penerima harus membuka rekening terlebih dahulu di BRI.

Ia menjelaskan, sampai saat ini proses administrasi sudah 95 persen. Namun penyaluran tak harus menunggu proses administrasi selesai semua.

Pos terkait