Rantau,kalselpos.com – Memasuki musim penghujan di akhir tahun 2021 ini, Kabupaten Tapin adalah salah satu daerah yang rawan terjadinya bencana banjir tanah longsor dan putting beliung, terkait hal itu Dinas Sosial Kabupaten Tapin mantapkan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tapin untuk sigap dan tanggap dalam menghadapi bencana.
Kegiatan berlangsung di halaman kantor Dinas Sosial setempat pada Selasa (23/11) ini diikuti puluhan anggota Tagana Tapin.
Mereka dilatih baik secara materi maupun praktik dilapangan dalam simulasi penangananan bencana banjir.
Adapun tugas utama yang diberikankepada TAGAN yaitu pertama penanggulangan bencana pada pra/sebelum kejaidan bencana, kedua saat terjadinya bencana pendataan korban, evakuasi penampungan sementara, tenda dapur umum, logistic serta psikososial ketiga pada masa paska bencana.
Kepala Dinas Sosial Kab Tapin H Samsi mengatakan,latar belakang diadakannya pemantapan anggota Tagana Dinas Sosial Tapin sebagai persiapan awal sebelum terjadinya bencana dan sekaligus untuk pemantapan anggota dalam penanggulangan bencana banjir.
“Personil Tagan akita latih dalam penanganan bencana, jadi apabila terjaidnya bencana personil kita sudah siap di turunkan kelapangan, “ jelasnya.
Menurutnya musim penghujan di Kabupaten tapin biasa terjadi biasa puncaknya pada akhir tahun dan diawal tahun, kemungkinan rawan terjadinya bencana yaitu banjir, oleh karenanya dinas sosial beserta tagana mempersiapalkan diri.
Pelatihan yang diberikan berupa pembuatan dapur umum dan simulasi dalam penanggulangan bencana dilokasi seolah olah terjadi.
Berharap kalau terjadinya anggota kami sudah siap melakukan penanggulanganbencana banjir.
Sementara Ketua Tagana Tapin syafro menambahkan, pemantapan ini sebagai kesiapsiagaan rekan rekan anggota tagana dalam rangka menghadapi musim hujan, karena jika terjaid hujan lama tentunya akan bisa menyebabkan terjadinya banjir.
“Dengan simulasi ini tentunya rekan-rekan sudah siap dalam melaksakan dan menanggulangi serta mengevakuasi warga yang terkena bencana, “ harapnya.
Adapun simulasi diberikan langsung di lapangan terkait penaggulangan tanggap darurat, dalam mengevakuasi korban yang terdampak, pendirian tenda pengungsi dan dapur umum serta layanan dukungan psikologis sosial apabila warga yang teruma terhadap bencana yang dialaminya, personil tagana dapat diberikan layanan psikolog sosial.
Kedepan tentunya keberadaan nantinya tagana ini mendapat dukungan dari Dinas Sosial dalam melakukan penaggulangan bencana yang terdampak seperti bencana banjir dan bencana lainnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





